Lombok Post
Metropolis

Ayo Ikut Asuransi Petani!

KERINGKAN SAWAH: Seorang petani berusaha mengurangi volume air di sawahnya dengan memompa air ke saluran irigasi, Senin (6/2) lalu. Ivan/Lombok Post

MATARAM a�� Kerusakan lahan pertanian di kawasan Lingkar Selatan mencapai 61 hektare (ha) lebih. Penyebabnya drainase tidak berfungsi dan luberan air Kokoq Daong. Untungnya petani telah mengasuransikan lahan tersebut, sehingga tidak mengalami kerugian besar.

a�?Tapi ada petani yang tidak ikut asuransi, padahal luas lahannya yang rusak sampai 2 ha. Jadi kerugiannya tanggung sendiri,a�? kata Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram H Mutawalli.

Diungkapkan, pihaknya sudah berusaha keras mengajak dan mendorong para petani ikut asuransi pertanian. Sayang, hanya beberapa saja yang tertarik ikut serta.

a�?Mereka malas, karena setiap kali panen harus bayar lagi, bayar lagi,a�? ungkapnya.

Para petani dibebankan membayar Rp 38 ribu persekali panen. Jika terjadi kondisi gagal panen karena faktor alam seperti banjir beberapa waktu lalu, petani dapat klaim asuransi sebesar Rp 6 juta. Tetapi peluang ini, tidak dimanfaatkan dengan baik.

a�?Kalau saya sih berharap agar itu (drainase dan Kokoq Daong, Red) segera diperbaiki,a�? terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Mahmuddin Tura, berjanji segera melakukan perbaikan drainase. Diantaranya dengan memperluas penampang atau dimensi drainase.

a�?Perlu juga menambah saluran yang membelah kawasan di sana. Sehingga airnya tidak hanya tersalur ke arah utara (menuju Kokoq Daong) saja,a�? kata Tura.

Rencana pembutan saluran baru ini disebutkan, masih dalam proses pembahasan. Tura mengatakan minimal lebar saluran 3 meter. Sementara panjang diperkirakan mencapai 200 meter. Artinya harus ada pembebasan lahan untuk eksekusi rencana ini.

Tura juga berencana memanggil para pemilik usaha perumahan yang ada di kawasan Mapak Indah. a�?Kita minta komitmen dari kesepakatan dulu, agar mereka memperlebar saluran di sana. Biar tidak terjadi banjir lagi,a�? ujarnya.

Selama ini Tura mengaku belum bisa melakukan perbaikan maksimal bukan karena mengenyampingkan kawasan itu. Pihaknya memahami, kawasan itu akhir-akhir ini mudah tergenang hingga banjir. Tetapi blak-blakan ia mengatakan masih terbentur ketersediaan anggaran yang masih terbatas.

a�?Soal fulus (uang, Red),a�? jawabnya singkat. (zad/r3)

Berita Lainnya

Sehari, Kota Mataram Produksi 400 Ton Sampah

Redaksi LombokPost

Muslim Masih Duduk Manis

Redaksi LombokPost

Bahagia Setelah Miliki Kantor Tetap

Redaksi LombokPost

Rusunawa Nelayan Terkendala Lahan

Redaksi LombokPost

Panel Limit, Risha Krodit

Redaksi LombokPost

Jabatan Muslim Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Janji Manis Jadup Bernilai Rp 4,58 M

Redaksi LombokPost

2.368 Formasi CPNS Bakal Lowong

Redaksi Lombok Post

EMAS HITAM DARI NTB

Redaksi Lombok Post