Lombok Post
Metropolis

Baliho a�?Istri Mudaa�? Rendahkan Martabat Perempuan

MENGADU: Beberapa orang aktivis perempuan NTB mengadukan baliho “Istri Muda” ke tokoh MAS HL Mujitahid, kemarin (10/2). SIRTU/LOMBOK POST

MATARAMA�– Pemasangan baliho event peresean dan produk property berhadiah Istri Muda mendapat protes keras aktivis perempuan. Beberapa orang aktivis dari organisasi masyarakat, LSM, mahasiswa dan tokoh perempuan yang tergabung dalam Forum Pemerhati Budaya Sasak mendatangi Ketua Majelis Adat Sasak (MAS) HL Mujitahid, kemarin (10/2).

Mahmudah Kalla, selaku koordinator forum mengatakan, mereka geram dengan pemasangan sejumlah baliho yang dinilai melecehkah harkat dan martabat perempuan. Baliho-baliho tersebut mempromosikan event dan produk property dengan iming-iming hadiah istri muda.

Seperti acara peresean di Lombok Utara dengan kata a�?Nonton Presean Langsung Dapat Istri Mudaa�?. Kemudian ada juga baliho promosi perumahan milik Permata Agung bertuliskan a�?Beli Rumah Langsung Dapat Istri Mudaa�?.

Selain itu, baliho-baliho tersebut juga memajang gambar perempuan muda untuk menarik perhatian. Menurut Mahmudah, baliho-baliho tersebut jelas sangat melecehkan harkat dan martabat perempuan. a�?Mereka seolah-olah memperjualbelikan perempuan,a�? katanya geram.

A�A�A�A�A�A�A�A�A� Hal ini membuat para aktivis perempuan geram dan mengadukan masalah ini ke MAS yang bisa memberikan pelajaran bagi para pihak tersebut. Apalagi mereka menggunakan tameng acara peresean yang merupakan warisan budaya masyarakat Sasak. a�?Ini jelas merasa ini sangat merendahkan martabat perempuan,a�? tegasnya.

Untuk itu, Forum Pemerhati Budaya Sasak menyerukan lima hal yakni meminta MAS memanggil penyelenggara kegiatan untuk diberikan pembinaan, membuat aturan yang lebih tegas agar tidak merendahkan martabat perempuan dalam berbagai kegiatan budaya, mengeluarkan surat edaran agar tidak menyebarkan media dalam bentuk apapun yang merendahkan kaum perempuan.

MAS juga diminta untuk menguatkan silaturahmi dengan masyarakat, dan mampu memberikan teladan dalam menghargai perempuan.

Sementara itu, Ketua Majelis Adat Sasak (MAS) HL Mujitahid mengatakan, isi baliho-baliho tersebut jelas merupakan pelecehan terhadap perempuan. Hal ini bertentangan dengan nilai agama dan adat masyarakat Sasak.

Di mana pondasi dari adat adalah nilai agama, dan di dalam Islam diajarkan posisi wanita sangat dihormati, dalam sebuah hadis dijelaskan sebaik-baik suami adalah yang berbuat baik terhadap istri. a�?Ini (baliho) termasuk yang melanggar nilai-nilai agama, karena merendahkan derajat wanita,a�? katanya.

Maka langkah yang akan dilakukan MAS ke depan adalah memanggil para pihak yang terlibat dalam pembuatan baliho tersebut, termasuk panitia penyelenggara acara dan pengusaha perumahan. a�?Kita bina dan disampaikan secara kekeluargaan,a�? katanya. (ili/r7)

Berita Lainnya

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Bikin Menu Nasiq Lobi Hingga Manuq Sebur Saus Lebui

Redaksi LombokPost

Ayo, Keruk Sungai Ancar!

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Harus Nabung Stok Sabar

Redaksi LombokPost

Pol PP Mengeluh Lagi

Redaksi LombokPost

Evi: Kasihan Pak Sudenom

Redaksi LombokPost

Yang Lolos TKD Jangan Senang Dulu!

Redaksi LombokPost

Sekolah Sesak, ABK Terdesak

Redaksi LombokPost

Belum Satu pun Rumah Tahan Gempa yang Terbangun

Redaksi LombokPost