Lombok Post
Metropolis

Dewan Kawal Hibah Lingkungan

Ketua DPRD Kota Mataram, H Didi Sumardi. Ferial/Lombok Post

MATARAM – Dana hibah Rp 50 juta per lingkungan akan segera cair dalam waktu dekat ini. Meski dijalankan oleh lingkungan, dana ini tak luput dari pantauan dewan. Usai pencairan, dewan akan tetap melakukan pemantauan untuk memastikan sejauh mana dana tersebut bisa dimanfaatkan sesuai peruntukkannya.

a�?Dana lingkungan tersebut sudah masuk dalam kebijakan akhir,a�? ujar Ketua DPRD Kota Mataram, H Didi Sumardi, kemarin (10/2)

Ia menuturkan, kebijakan tersebut dibuat setelah adanya telaah dari tim yang diturunkan. Dana hibah tersebut diharapkan dapat menjawab persoalan sampah yang ada di Kota Mataram. Salah satunya dengan pengadaan kendaraan roda tiga atau Tossa.

Ide pengadaan Tossa dalam muncul akibat banyaknya masalah sampah yang terjadi di lingkungan. Seperti sampah menumpuk, terjadinya penyumbatan, serta tidak adanya tempat pembuangan sementara (TPS).

a�?Ada TPS tapi tidak berfungsi atau letaknya sulit dijangkau,a�?A� kata Didi.

Armada pengangkutan sampah banyak yang kesulitan menjangkau lokasi sampah yang menumpuk. Banyak dari lokasi berada di jalur atau gang sempit yang tidak memungkinkan kendaraan masuk mengangkut. Akibatnya pengangkutan menjadi lamban dan sampah semakin menumpuk.

Akhirnya muncul solusi memanfaatkan Tossa yang mampu menjangkau lokasi sempit. Selain itu, Tossa dapat menjadi TPS mobile bagi kawasan yang tidak memiliki TPS.

a�?Nah tinggal bagaimana mengatur pola pembuangan sampahnya,a�? kata Didi.

Pola ini nantinya akan diatur oleh masing-masing lingkungan. Seperti apa pola pegangkutan sampah dari rumah menuju Tossa. Di samping itu juga perlu ada kesepakatan waktuA� dan wadah sampah.

a�?Angkut sampah tidak bisa berceceran. Minimal yah pakai kresek,a�? pungkasnya.

Setelah pola ditentukan, maka pihak lingkungan harus mensosialisasikan hal ini pada warganya. Termasuk juga terkait petugas dan perawatan Tossa tersebut. Hal ini yang kini didorong oleh dewan bersama Pemkot Mataram pada semua lingkungan.

a�?Tahun ini kita cermati dulu sejauh mana rencana ini bisa menjawab permasalahan sampah,a�? tandasnya. (fer/r3)

Berita Lainnya

Korban Gempa Dikadali, BPBD Terima Laporan Bahan Rumah Korban Gempa Tak Sesuai Spek

Kedubes Prancis Kunjungi Poltekpar Lombok

Dapil Satu-Dua Milik Kepala Garuda

320 Jamaah Belum Lunasi BPIH

Korban Gempa Tarawih di Masjid Darurat

Caleg Gagal Malas Hadiri Rapat Paripurna

Pansus DPRD Terima LKPJ Wali Kota Tahun Anggaran 2018

Perjuangan Para Pahlawan Demokrasi Mewujudkan Pemilu Jujur dan Adil

Restoran Siap Saji Dapat Toleransi