Lombok Post
Metropolis

Nelayan Terpaksa Menginap di Perahu

BENTENG BAMBU: Warga berusaha menahan laju abrasi di Pondok Prasi dengan membentengi rumah menggunakan karung berisi pasir dan pagar bambu, kemarin (10/2). Lalu Mohammad/Lombok Post

MATARAM a�� Gelombang laut yang kencang di sepanjang Pantai Ampenan, terus terjadi. Salah satu warga Kampung Bugis yang tengah membentengi rumahnya dengan pagar bambu menyebut gelombang ini yang terparah. Ombak yang menghantam bibir pantai, terus menggerus pasir hingga perumahan penduduk.

a�?Dulu-dulu pernah, tapi ini yang paling parah,a�? Kata Ketua Forum Siaga Bencana (FKSB) H Hasan Bafadal.

Akibatnya beberapa rumah warga terancam ambruk, karena tanah dan pasir tempat rumah itu dibangun terus dikikis. Sampai saat ini memang belum ada laporan pasti, berapa rumah yang terdampak abrasi pantai.

Di sisi lain, angin kencang dan gelombang besar juga mulai berakibat kerugian materi bagi warga. Saidi salah satu warga Kampung Bugis harus kehilangan perahu dan motornya. Ditaksir kerugian mencapai Rp 65 juta.

a�?Kalau jaringnya berhasil ditemukan,a�? terang Bafadal.

Raibnya, perahu milik Saidi di duga karena tali jangkar putus. Masih untungnya ia bisa mendapati jaringnya mengambang di tengah laut. Sementara, perahu dan motornya lenyap seperti di telan laut.

a�?Makanya sekarang para nelayan memilih menginap di perahunya, supaya tidak terseret gelombang,a�? terangnya.

Bagi nelayan yang tidak punya pekerjaan sampingan, melaut memang pilihan terakhir. Meski ancaman ombak cukup ganas. Karena itu mereka memilih menambatkan perahu-perahunya di tengah laut untuk menghindari hantaman gelombang di pinggir pantai yang sangat kencang.

a�?Kalau dipaksakan menepi, bisa rusak perahu dihantam ombak pantai,a�? ujarnya.

Tetapi yang jadi persoalan, karena penghasilan melaut yang sedikit beberapa nelayan kesulitan membeli terpal. Ada yang tetap bertahan bermalam tanpa atap terpal, hingga waktu melaut tiba.

a�?Kalau bisa kami dibantu terpal,a�? harapnya.

Terpisah Kepala Dinas Sosial HL Indra Bangsawan berseloroh agar warga bersabar hadapi bencana. Terutama para nelayan yang kini mulai merasa kesulitan melaut dan ancaman rumah roboh karena abrasi.

a�?Ya kalau ditimpa bencana, harus sabar,a�? selorohnya.

Pihaknya sampai saat ini belum turun ke lapangan, karena belum mendapat laporan dari lurah setempat, terkait berapa warga yang terdampak. Sehingga dirinya belum bisa mengestimasi berapa paket logistik yang harus disiapkan.

a�?Kalau sudah ada laporannya, kami pasti segera siapkan logistik,a�? tandasnya. (zad/r3)

Berita Lainnya

Belum Satu pun Rumah Tahan Gempa yang Terbangun

Redaksi LombokPost

BPBD Tunggu Perintah Perkim

Redaksi LombokPost

Jembatan Sungai Jangkuk Sudah Lama Ambles, tapi Dicuekin!

Redaksi LombokPost

Anak Muda sampai Pengusaha Berebut Buat Karikatur

Redaksi LombokPost

Kartu Nikah Sebatas Wacana

Redaksi LombokPost

169 Formasi Gagal Terisi

Redaksi LombokPost

Sepakat, UMK Mataram Rp 2.013.000

Redaksi LombokPost

Target Diprediksi Meleset!

Redaksi LombokPost

Kurang Perhatian, Sungai Ancar Meluap

Redaksi LombokPost