Lombok Post
Giri Menang Headline

Jalan Rusak, Warga Tanam Pisang

PROTES: Warga Dusun Aik Nyet, Desa Buwun Sejati, Kecamatan Narmada menanam pohon pisang di jalan setempat sebagai bentuk protes, kemarin (13/2). Awaludin for Lombok Post

GIRI MENANG – Warga Dusun Aik Nyet, Desa Buwun Sejati, Kecamatan Narmada, kemarin (13/2) menanam pohon pisang di tengah jalan. Sikap itu menggambarkan kekesalan mereka, lantaran jalan yang menghubunghkan Desa Sesaot dengan Desa Buwun Sejati itu, hingga kini tak diperhatikan pemerintah. Akibatnya, jalan sepanjang empat kilometer itu dipenuhi tanaman pisang.

Kepala Desa Buwun Sejati, Bambang Kurdi Saptono mengatakan, masyarakat setempat sangat kecewa. Karena jalan poros desa itu tidak diperhatikan oleh pemerintah, padahal sudah masuk prioritas hasil Musrembang 2016.

Lebih disesalkan lagi, lanjut Bambang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU-PR) Lombok Barat pernah turun langsung mengukur jalan. Dan melakukan pembebasan lahan.

“Kami diinfokan hanya dapat 2 kilometer dari 4 kilometer. Saya bilang seperti itu ke masyarakat. Tapi malah di Musrembang kecamatan tahun 2018, Buwun sejati tidak masuk, tidak terdanai,a�? sesalnya.

Ia sendiri mengaku tidak tahu pasti alasan kenapa Buwun Sejati tidak mendapatkan prioritas tahun ini. Ia merasa malu kepada masyarakat karena sudah terlanjur memberikan kepastian pengerjaan fisik jalan.

a�?Beban moral saya di situ. Di kira saya yang berbohong oleh masyarakat,a�? katanya.

Apakah Bupati Fauzan pernah berjanji ke masyarakat? a�?Kalau Pak Bupati tidak pernah. Tapi itu kan masuk prirotas nomor dua di Musrembang Kecamatan. Seharusnya jadi prioritas,a�? katanya.

Kondisi jalan di Dusun Aik Nyet, Desa Buwun Sejati kini sudah berlubang di mana-mana. Pengguna jalan yang melintas di kawasan itu pun harus hati-hati. Apalagi saat musim hujan seperti sekarang, lubang menjadi tertutup air. Sehingga pengguna jalan yang melintas tak bisa terlalu jelas melihat kondisi jalan.

Untuk pohon yang ditanam, Bambang mengaku akan dibiarkan sampai tuntutan mereka dipenuhi. Kekecewaan mereka semakin mejadi lantaran jalan di desa tetangga, Desa Sedau, Kecamatan Narmada lebih diprioritaskan. Padahal hasil Musrembang 2017, jalan tersebut A�menempati urutan kelima. Sedangkan jalan di Desa Buwun Sejati menempati urutan kedua.

Plt Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU-PR) Lombok Barat I Made Artahadana belum bisa dikonfirmasi terkait hal ini. Namun Pemkab Lombok Barat melalui Kabag Humas dan Protokol H Saeful Ahkam cukup menyayangkan sikap warga. Menurutnya, seharusnya masalah itu dikomunikasikan dengan baik.

Soal hasil Musrembang, menurutnya ada beberapa kriteria jalan yang seharusnya menjadi prioritas justru tidak dikerjakan. Itu karena lebih urgentnya jalan tersebut.

Apalagi, sepengetahuannya, jalan di Desa Buwun Sejati juga masuk di Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Yang secara aturan tidak boleh dilakukan pengaspalan.

Karena itu, ia meminta masyarakat dan pemerintah desa tidak berkecil hati dan mengkomunikasikan masalah itu dengan cara baik-baik. Meski tidak jadi prioritas tahun ini, akan diusahakan di APBD Provinsi dan APBN.

“Tidak saja hasil Musrembang dikerjakan oleh APBD Kabupaten. Ini kan masih proses. Mereka masih bisa berjuang di tingkat kecamatan,a�? pungkasnya. (zen/r5)

Berita Lainnya

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Jaksa Kumpulkan 96 Kades Terpilih

Redaksi LombokPost