Lombok Post
Selong

Keindahan Alamnya tak Seseram Namanya

MEMESONA: Suasana Pantai Pidana Desa Gunung Malang Kecamatan Pringgabaya. TONI/LOMBOK POST

Pesona Lombok Timur (Lotim) memang seolah tidak ada habisnya. Selain terkenal indah, destinasi wisata Lotim juga unik. Salah satunya adalah Pantai Pidana.

***

KALI pertama mendengar namanya, yang langsung terlintas tentunya adalah kesan negatif. Tapi simpan dulu bayangan yang kurang baik tentang pantai ini sebelum melihat langsung kondisi aslinya.

Pantai A�Pidada merupakan salah satu aset pemerintah di bawah tanggung jawab Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Selong. Disebut sebagai pantai pidana, karena lokasi pantai ini dimanfaatkan untuk memberdayakan para narapidana di Rutan Selong.

“Setiap warga binaan nanti akan diberdayakan di lahan sekitar 16 hektare lebih milik rutan. Itu mencakup area kebun, persawahan dan pantai ini. Warga binaan akan kami arahkan untuk budidaya pertanian, perkebunan, hinga budidaya ikan,” kata Kepala Rutan kelas II B Selong Kurnia Panji Pamekas.

Dulunya, area pantai ini lebih dikenal dengan Pantai Desa Gunung Malang Kecamatan Pringgabaya. Lokasinya yang tepat bersebelahan dengan wisata pohon purba ‘Lian’ menjadi alasan sebagian besar wisatawan berkunjung ke pantai ini.

“Suasananya tenang, airnya tidak bergelombang makanya asik mandi di pantai ini. Sekalian juga pengen lihat wisata pohon purba Lian di sebelahnya,” ujar Irma, salah seorang pengunjung.

Air laut yang tenang seperti dana memang menjadi kelebihan Pantai Pidana.

“Pasirnya juga rata di bawah sampai ke tengah. Jadi seperti kolam renang makanya asik buat berlibur bersama keluarga,” kata Panji.

Seiring waktu, untuk memoles keindahan pantai ini agar lebih nyaman dikunjungi, pihak Rutan Selong memberdayakan para warga binaan yang saat itu lebih dikenal dengan istilah narapidana untuk mengelolanya. Mulai dari menata taman, disiapkan berugak serta mempercantik suasana dan tampilan pantai.

“Warga tahu kalau banyak narapidana yang bekerja di sini menata pantai ini. Dari sanalah kemudian istilah ‘Pantai Pidana’ melekat,” bebernya.

Sempat dikhawatirkan pemberian Pantai Pidana akan memberi kesan kurang positif bagi pengunjung. Namun, yang terjadi malah sebaliknya.

Pengunjung dari berbagai wilayah terus datang membanjiri salah satu destinasi wisata di Sambelia ini. Lokasi ini paling ramai dikunjungi ketika hari libur dan weekend. Mereka yang datang kemari berasal dari kalangan remaja hingga rombongan keluarga.

“Karena Di sini tersedia juga menu kuliner seafood, minuman jus, dan menu lainnya. Makanya banyak keluarga yang datang berlibur ke sini,” kata Panji. Meski area pantai pidana merupakan milik pemerintah yang dijkelola Rutan Selong, namun pantai ini dibuka untuk umum. Jadi bukan hanya untuk narapidana saja. (HAMDANI WATHONI/r2)

Berita Lainnya

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Memahami Potensi Pemuda

Redaksi LombokPost

IGI Pertanyakan Kebijakan Sukiman

Redaksi LombokPost

26 Oven Untuk Petani Tembakau Lotim

Redaksi LombokPost

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

4564 Honorer Lotim Akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Akhirnya Darmaga Labuhan Haji Dikeruk Juga!

Redaksi LombokPost

Ditilang, Siswa Madrasah Nangis Minta Pulang

Redaksi LombokPost

SKD Selesai, Banyak Formasi CPNS Lowong

Redaksi LombokPost