Lombok Post
Headline Sumbawa

Pemda dan Relawan Satukan Komando

PERIKSA : Petugas kesehatan saat memeriksa kesehatan warga di lokasi pengungsian di Karang Cmes, Kelurahan Pekat, kemarin(13/2). RANDY/RADAR SUMBAWA

SUMBAWAA�a�� Pemerintah dan relawan harus satu komando dalam menangani banjir di Kabupaten Sumbawa. Jangan sampai karena jalan sendiri-sendiri, bantuan yang masuk melalui pemerintah dan relawan tidak terdistribusi dengan baik.

Mengantisipasi kondisi ini bertambah parah, kemarin, sejumlah organisai kemasyarakatan (Ormas) dan seluruh unsur relawan hadir dalam rapat koordinasi di kantor bupati. Dalam rapat tersebut, Ketua Tim Penanggulangan Bencana Banjir Sumbawa yang juga Wakil Bupati H Mahmud Abdullah mengakui kurangnya koordinasi ini. Hal ini karena semua pihak ingin bekerja cepat.

”Untuk itu kita gelar rapat ini, kita satukan langkah kita. Kami ingin mendengar saran, usul dari rekan-rekan relawan,” katanya.

Dari sejumlah saran yang masuk, para relawan meminta data konkret lokasi banjir, jumlah korban, dan apa saja yang dibutuhkan. Dari data itu, nantinya relawan dan tim pemerintah akan bergerak bersama membagi tugas. Akhirnya relawan dan pemerintah membentuk grup WhatsApp untuk memudahkan komunikasi.

Terkait total kerugian yang diderita akibat banjir, H Mo, panggilan wakil bupati, mengaku belum bisa memastikan berapa jumlah kerugian dan kerusakan yang dialami akibat banjir bandang sejak 7 hingga 12 Februari lalu. Menurutnya, sampai saat ini pemerintah masih terus memperbaharui semua data yang ada.

Meski belum ada angka pasti terkait jumlah kerusakan dan kerugian,A� wabup mengungkapkanA� Pemda Sumbawa sudah menyampaikan laporan secara tertulis ke pusat terkait kerusakan yang terjadi. Hanya saja dalam laporan yang dikirim masih ditulis lokasi-lokasi tempat terjadinya banjir serta beberapa sarana prasana yang rusak akibat diterjang banjir.

” Tapi kita akan terus update karena memang laporannya belum lengkap karena kita masih terus melakukan inventarisasi,” katanya kemarin.

Setelah menyelesaikan rapat dengan para relawan, wabup menerima bantuan dari para anggota DPRD NTB Dapil Sumbawa-KSB yang kini berkantor di Udayana, Mataram. Para anggota dewan asal Sumbawa itu memberikan bantuan secara simbolis ke wakil bupati untuk membantu penanggulangan bencana.

Laporan sementara, banjir yang terjadi di Kabupaten Sumbawa, membuat 11.720 kepala keluarga dengan 44.458 jiwa terdampak. Dari total keseluruhan masyarakat terdampak, sebanyak 2.319 jiwa terganggu kesehatannya.

Kepala Dinas Kesehatan Sumbawa H Naziruddin Lambaji memaparkan, hasil pendataan hingga kemarin, penduduk yang terdampak kesehatannya cukup banyak. Kondisi kesehatan mereka juga terus dipantau. Secara khusus perhatian diberikan pada bayi sebanyak 365 orang.

”Untuk penanganannya diberikan perhatian khusus karena bayi tidak bisa makan nasi bungkus. Kami juga sudah mendistribusikan susu dan makanan tambahan untuk ibu bayi guna memperlancar ASI,” ujar Naziruddin kepada Radar Sumbawa (Lombok Post Group), kemarin(13/2).

Selain itu, balita yang terdampak mencapai 1.574 orang. Jumlah terbanyak berada di dalam Kota Sumbawa yang mencapai 559 orang. Kemudian yang lebih penting untuk mendapatkan penanganan adalah ibu hamil. Jumlah ibu hamil mencapai 257 orang. Mereka tersebar di sejumlah kecamatan. Seperti di Kecamatan Empang sebanyak 48 orang, di Kecamatan Moyo Utara 53 orang, di Kecamatan Sumbawa 93 orang, di Labuhan Badas 47 orang dan di Kecamatan Utan sebanyak empat orang.

”Dari 227 ini, tiga orang sudah melahirkan. Mereka melahirkan di puskesmas setelah dievakuasi,” ujarnya.

Kemudian, masyarakat lanjut usia (lansia) juga terdampak. Tercatat lansia yang terdampak kesehatannya sebanyak 123 orang.

Naziruddin mengungkapkan, lokasi pengungsian yang terdata oleh pihaknya ada di sembilan titik. Yakni Di Dusun Pungkit Atas, Desa Pungkit dan di Dusun Tahan, Desa Baru Tahan, Kecamatan Moyo Utara. Di dalam Kota Sumbawa sendiri ada tujuh titik. Yakni di Perusda, di samping Toko Modes Surabaya, di lokasi Penjahit Flores, di kantor Lurah Brang Bara, di Graha Kartika Kodim 1607 Sumbawa, di Kantor Lurah Bugis dan di Masjid Karang Cmes.

”Data kita juga tetap berjalan,” jelasnya.

Untuk mengatasi dampak banjir, pihaknya menyiapkan 43 pos kesehatan yang petugasnya bekerja 24 jam. Dinas Kesehatan mengerahkan tenaga kesehatan di puskesmas dan jaringannya,seperti dari pustu dan polindes. Dinas Kesehatan juga memiliki tim reaksi cepat. Apabila ada kejadian, tim tersebut segera bertindak di lapangan. Tim tersebut dibagi menjadi empat bagian. Tim ini terus turun di lokasi yang terdampak banjir.

Dipaparkan, delapan pos kesehatan dibangun di Kecamatan Moyo Utara. 15 pos kesehatan dibangun di Kecamatan Sumbawa. Lima pos kesehatan di Kecamatan Tarano. Sebanyak tujuh pos kesehatan dibangun di Kecamatan Moyo Hilir. Di Kecamatan Empang dibangun dua pos kesehatan. Di Kecamatan Lape juga dibangun satu pos kesehatan yang menggunakan rumah penduduk. Kemudian di Kecamatan Labuhan Badas dibangun empat pos kesehatan. Sementara di Kecamatan Maronge dibangun satu pos kesehatan.

Untuk menunjang pelayanan kesehatan, pihaknya selalu mengontrol ketersediaan obat di puskesmas, pustu dan pos kesehatan. Bantuan obat-obatan juga sudah tiba dan bantuan tenaga medis dari PMI Kota Surabaya.

Untuk penanganan korban banjir, diprioritaskan di Kecamatan Moyo Utara dan Moyo Hilir. Tenaga medis melakukan penyisiran di permukiman warga. Mereka kemudian diimbau untuk datang memeriksakan diri di pos kesehatan yang sudah disediakan. Nantinya, masyarakat akan diobati. Adapun penyakit yang paling banyak ditemukan adalah penyakit kulit, infeksi saluran pernapasan (ispa) dan diare.

Obat yang disiapkan sesuai dengan diagnosis penyakit yang muncul di pengungsian dan lokasi banjir. Penyakit ini terjadi di hampir semua lokasi banjir. Namun yang terbanyak terjadi di Kecamatan Moyo Utara dan Moyo Hilir. Sebab lokasi tersebut cukup lama terendam. (run/r4)

Berita Lainnya

Kades Jangan Alergi Diperiksa!

Redaksi LombokPost

Surya Paloh Road Show ke Lombok

Redaksi LombokPost

Lima Spa Abal-Abal Ditertibkan

Redaksi Lombok Post

Suka Duka Mahasiswa Bumi Gora Menuntut Ilmu di Benua Biru (2)

Redaksi Lombok Post

Bunuh Diri kok Hobi

Redaksi Lombok Post

Dua Kafe Siapkan Wanita Penghibur

Redaksi Lombok Post

Suka Duka Mahasiswa NTB Menuntut Ilmu di Eropa (1)

Redaksi Lombok Post

Efek Pemberlakuan Sistem Zonasi, Siswa Tak Perlu Daftar Sekolah Lagi

Redaksi Lombok Post

Didukung Warga, Ustad Budi Tak Gentar Dikepung Calon Petahana

Redaksi Lombok Post