Lombok Post
Bima - Dompu

Pemkot Bima Bentuk Tim Cowboy

TANGKAP: Tim cowboy Sat Pol PP dan Pemadam Kebakaran Kota Bima menangkap kuda yang dilepas di halaman Masjid Raya Al Muwahidin, kemarin(15/2). Niko/Radar Tambora

KOTA BIMA – Warga Kota BIma diingatkan jangan sembarangan melepas ternak mereka. Jika tidak, ternak itu akan ditangkap tim cowboy Dinas Sat Pol PP dan Pemadam Kebakaran (PMK).

Kepala Dinas Sat Pol PP dan PMK Kota Bima Kaharuddin membenarkan hal tersebut. Tim tersebut terdiri dari personel Pol PP, peternak dan pegawai Dinas Pertanian.

a�?Kami sengaja melibatkan peternak dalam tim ini. Karena mereka sudah sangat ahli dalam menangkap ternak liar baik sapi, kerbau, kuda dan kambing,a�? ujarnya pada Radar Tambora (Lombok Post Group), kemarin (15/2).

Terbukti dalam dua hari mereka bisa mengamankan sedikitnya 11 ekor sapi. Tiga diantarnya diamankan di Lapangan Merdeka Bima, Selasa (14/2) sore lalu. Kemudian kemarin delapan ekor lagi diamankan dari Ama Hami dan Paruga Nae Convention Hall.

Kemudian kemarin tim cowboy ini berhasil mengamankan sembilan ekor kuda. Tujuh diantaranya diambil saat diikat di Masjid Raya Al Muwanidin.

a�?Dua kuda kami amankan di Paruga Nae Convention Hall,a�? tegasnya.

Sedangkan kambing lanjunya, ada 42 ekor. Ternak ini tersebar di beberapa titik. Mulai dari eks pasar raya hingga belakang kantor wali kota.

Ternak yang sudah ditangkap langsung dibawa ke Dinas Peternakan kota untuk dikarantina. Sambil menunggu pemiliknya menebus.

Bila hingga dua kali tujuh hari tidak ditebus, makan ternak itu akan dilelag. Itu sesuai Peraturan Daerah Nomor 7 tahun 2014 tentang Penertiban Ternak.

Penertiban ternak tersebut kata dia, dibawahi Sekretaris Sat Pol PP dan PMK Syarif Rustaman. Tim cowboy dikomandani Kepala Bidang Pemadam Kebakaran (PMK) H Suaep.

Syarif menuturkan operasi penertiban ternak ini dilakukan dua kali dalam seminggu. Tapi hari-hari operasinya selalu berubah-ubah.

a�?Kami tidak menjadwalkan operasi. Kami akan turun dadakan,a�? tegasnya.

Suaep mengatakan peternak yang tergabun di tim merupakan mereka yang sudah terlatih dalam menangkap ternak. Mereka sehari-hari bergumul dengan ternak.

a�?Mudah saja bagi mereka menangkap liar. Bahkan mereka menangkap hanya menggunakan seuntas tali,a�? katanya.

Pantauan Radar Tambora (Lombok Post Group), tim cowboy ini benar-benar lincah dalam menangkap ternak. Hanya dalam hitungan menit, tujuh ekor kuda bisa dinaikkan ke atas mobil pikap.

Cara mereka menangkap juga tidak terbilang unik. Seperti adegan menangkap sapi dan kuda yang dilakukan para cowboy dalam film.

Mereka membuat jeratan dengan tali. Kemudian tali tersebut dilempar ke leher ternak. Setelah terjerat, mereka langsung mendekati ternak-ternak ini. Begitu sudah dipegang, ternak yang tadinya liar langsung diam. Kemudian langsung digelandang ke atas mobil. (nk/r4)

Berita Lainnya

IKKB Papua Barat Bantu Korban Gempa

Redaksi LombokPost

Etos Kerja Harus Meningkat selama Ramadan

Pemkot Bima Lanjutkan Perbaikan Infrastruktur Sisa Banjir

Redaksi LombokPost

Miliki Sabu, IRT Diringkus

Ops Ketupat Gatarin 2018 Dimulai

Masih Ditemukan Makanan Kedaluwarsa

Penataan Ama Hami Dilanjutkan

Berkas Ketua PDIP Kota Bima Dilimpahkan ke Kejaksaan

Redaksi LombokPost

KPU Kota Bima Mulai Lipat Surat Suara