Lombok Post
Kriminal

Berkas Kasus iPasar Dilimpahkan

AKAN DIADILI: Tersangka dugaan penyimpangan anggaran proyek Sistem Resi Gudang (SRG) PT. iPasar Indonesia AG (inisial) terlihat berjalan keluar Kantor Kejati NTB melalui pintu belakang, usai menjalani pelimpahan tahap II, kemarin (16/2). DIDIT/LOMBOK POST

MATARAM – Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB akhirnya melimpahkan A�barang bukti dan tersangka (Pelimpahan Tahap II) perkara dugaan penyimpangan anggaran proyek Sistem Resi Gudang (SRG) PT. iPasar Indonesia, kemarin (16/2). Namun dalam pelimpahan tersebut, jaksa tidak melakukan penahanan terhadap dua tersangka pada kasus tersebut, yakni SA dan AG.

A�a�?Iya sudah kita lakukan pelimpahan tahap II,a�? kata juru bicara Kejati NTB Dedi Irawan kemarin.

Disinggung terkait tidak dilakukan penahan terhadap kedua tersangka, Dedi mengatakan, tidak ada ketentuan yang menyatakan bahwa setiap tersangka pasti ditahan. Perintah penahanan terhadap tersangka bisa saja dilakukan, jika memenuhi beberapa unsur.

Misalnya, lanjut dia, adanya kekhawatiran tersangka atau terdakwa melarikan diri. Tersangka berusaha menghilangkan barang bukti dan mengulangi perbuatannya. Semuanya telah diatur dalam Pasal 21 KUHAP.

a�?Ini subyektivitas penyidik. Dan untuk kedua tersangka, tim JPU sudah mempertimbangkan untuk tidak dilakukan penahanan, karena mereka kooperatif,a�? kata dia.

Sementara itu, salah satu tersangka yang ditemui usai pelimpahan tahap II, yakni SA mengatakan, sebagai orang yang taat dan sadar hukum, dia akan mengikuti setiap proses hukum untuk kasusnya.

a�?Kita ikuti, ini kan proses hukum,a�? kata dia.

Menurut dia, pelimpahan tahap II yang dilakukan kemarin merupakan pertanggungjawaban dari apa yang telah ia lakukan. Jika hal tersebut salah, maka ia akan menerimanya.

a�?Kan prosesnya di pengadilan nanti. Kalau kita benar, pengadilan tentu tidak serta merta menafikan dalil-dalil yang kita ajukan nanti,a�? pungkasnya. (dit/r2)

Berita Lainnya

Buron Pembegalan Wisatawan Tertangkap di Sekotong

Redaksi LombokPost

Lagi, Pelajar di Lombok Tengah Terseret Kasus Narkoba

Redaksi LombokPost

Ombudsman RI Pantau Kasus Buku Kemenag

Redaksi LombokPost

Dana Rehabilitasi Sekolah Melonjak Rp 1,2 Miliar

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Gubernur Yakin Kemampuan Brimob

Redaksi LombokPost

Polda Kantongi Data Baru Kasus Pengadaan Buku Madrasah

Redaksi LombokPost

Berkas Banding Merger BPR Dilimpahkan

Redaksi LombokPost

Utamakan Langkah Preventif

Redaksi LombokPost