Lombok Post
Headline Sumbawa

Dua Jempol untuk Kartu Pariri dan Bariri

BANTUAN : Mensos RI Khofifah Indar Parawansa disaksikan Bupati Sumbawa Barat H Musyafirin dan Wabup Fud Syaifuddin saat menandatangani prasasti dimulainya program pengentasan kemiskinan yang akan dilaksanakan Pemda KSB selama lima tahun ke depan, kemarin(16/2). FARUK/RADAR SUMBAWA

TALIWANGa��Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi program pengentasan kemiskinan yang tengah dilakukan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) saat ini. A�Program Kartu Pariri dan Kartu Bariri yang diluncurkan Pemda KSB saat ini merupakan program pertama dan satu-satunya yang pernah dilaksanakan di Indonesia.

A�a�?a��Ini yang pertama. Kami memberikan apresiasi khusus terkait hal ini,a��a�� kata Mensos Khofifah kepada wartawan usai menghadiri launching Kartu Pariri dan Kartu Bariri bersamaan dengan satu tahun masa pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati Musyafirin dan Fud Syaifuddin, di Taliwang, kemarin (16/2).

Dikatakan, yang menarik dari program Pemda KSB ini sejalan dengan peraturan presiden (Perpres) yang ditandatangani 30 Agustus 2016 lalu tentang strategi nasional keuangan inklusif. Keuangan inklusif yang dikeluarkan Presiden RI ini bertujuan agar seluruh proses transaksi, baik itu bantuan sosial maupun subsidi dilakukan secara non tunai.

a�?a��Inisiatif yang dilakukan Pemda KSB dengan menyalurkan bantuan melalui Kartu Pariri dan Bariri ini luar biasa karena sudah menggunakan keuangan iklusif. Ini juga dapat mencegah terjadinya penyelewengan bantuan, terutama pemotongan yang tidak seharusnya dilakukan kepada penerima bantuan atau program,a��a�� jelasnya.

Seperti diketahui, Pemda KSB secara resmi meluncurkan program Kartu Pariri yang diperuntukkan bagi masyarakat lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas. Bantuan berupa uang subsidi setiap bulan itu akan diberikan secara langsung melalui transaksi perbankan. Sementara Kartu Bariri dikhususkan untuk nelayan, petani, perternak dan pedagang kecil maupun bakulan.

a�?a��Dengan menggunakan sistem ini, bantuan yang akan diterima masyarakat tepat sasaran sesuai dengan apa yang diharapkan semua pihak. Sehingga ketika sampai kepada penerima, itu sesuai dengan nilai yang dikucurkan pemerintah,a��a�� katanya.

Mensos Khofifah juga memberikan apresiasi langsung kepada bupati dan wakil bupati terkait dengan sejumlah program yang dilaksanakan saat ini. Apalagi, program yang dilaksanakan pemerintah ini sudah mulai menggunakan sistem non tunai.

a�?a��Komitmen yang dilaksanakan bupati, wakil bupati dan DPRD KSB sangat luar biasa dalam rangka mengentaskan kemiskinan di KSB. Termasuk perlindungan sosial bagi masyarakat melalui subsidi kartu BPJS Kesehatan untuk masyarakat pemegang kartu kelas tiga,a��a�� kata Khofifah.

Khofifah optimis, target Pemda KSB mengentaskan kemiskinan dalam lima tahun kedepan akan terwujud. Tidak ada lagi masyarakat miskin di KSB. Masyarakat yang belum terjangkau program pemerintah pusat bisa dijangkau oleh pemerintah daerah.

a�?Sinergitas pusat daerah seperti ini akan semakin mempercepat penanggulangan kemiskinan di daerah,a��a�� katanya.

Dalam kunjungan ke KSB kemarin, Mensos Khofifah juga menyerahkan bantuan sosial (Bansos) bagi KSB senilai Rp 21,3 miliar. Bantuan tersebut terdiri dari Program Keluarga Harapan (PKH), bansos lansia, bansos disabilitas, beras sejahtera, dan bantuan hibah dalam negeri.

Bupati A�Sumbawa Barat Musyafirin mengatakan, program pengentasan kemiskinan yang tengah dilaksanakan Pemda KSB saat ini seluruhnya dibiayai dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Sumbawa Barat. Untuk melaksanakan sejumlah program ini, Pemda KSB melibatkan agen Program Daerah Pemberdayaan Gotong Royong (PDPGR).

a�?a��Agen-agen ini terbesar sampai ke blok wilayah se-KSB. Keberadaan agen ini untuk memperkuat pendataan, karena harus diakui perangkat daerah yang ada, baik itu pemerintah kabupaten, kecamatan hingga desa belum mampu melakukan pendataan, validasi dan update data setiap bulan secara menyeluruh,a��a�� katanya.

Peran agen selain melakukan pendataan menjadi motor penggerak seluruh potensi yang ada di lingkungan masing-masing untuk melaksanakan gotong royong. a�?a��Selama satu tahun terakhir, kami bersama agen sudah mampu menyelesaikan sejumlah program unggulan. Diantaranya penuntasan jamban sebanyak 6.144 unit. Sekaligus menjadikan KSB tuntas jamban 100 persen,a��a�� kata bupati.

Akhir tahun 2106, pemerintah juga melaksanakan program bedah rumah. Total anggaran yang dialokasikan untuk program itu mencapai Rp 10 miliar. Terserap dan terealisasi Rp 9,4 miliar dengan sasaran 1.144 unit rumah. Jumlah ini melebihi dari target yang ditetapkan pemerintah. Pada kesempatan itu, bupati juga menyampaikan bahwa seluruh masyarakat KSB saat ini sudah menjadi peserta BPJS Kesehatan melalui pemberian Kartu Bariri Kesehatan.

a�?a��Di NTB bahkan di Indonesia, hanya KSB yang seluruhnya rakyatnya menjadi peserta BPJS Kesehatan,a��a�� katanya.

Selain itu pemerintah juga akan mengucurkan Kartu Pariri Lansia. Kartu ini akan diberikan kepada sekitar 3.075 orang. Pemegang kartu ini akan diberikan santunan setiap bulan Rp 250 ribu mulai Januari 2017 ini. Pariri disabilitas adalah kartu yang akan diberikan kepada penyandang cacat. Saat ini terdapatA� sebanyak 778 penyandang disabilitas di KSB. a�?a��Per bulan mereka juga akan menerima Rp 250 ribu. Tiga halnya ini semuanya dibiayai dari APBD KSB,a��a�� katanya.

Pada kesempatan itu, bupati juga berharap dukungan Menteri Sosial. Salah satunya terkait dengan pembangunan gudang logistik untuk Pulau Sumbawa. Diharapkan gudang tersebut bisa dibangun di KSB. Termasuk panti rehabilitasi untuk Pulau Sumbawa juga bisa dibangun di KSB.

a�?a��Kami akan siapkan lahan untuk itu. Kita siapkan lahan khusus di Poto Tano,a��a�� ujarnya.

Dalam kunjungannya kali ini, Mensos Khofifah juga menyempatkan diri meninjau langsung layanan cuci darah yang saat ini dilaksanakan RSUD KSB. Dalam kunjungan tersebut, mensos juga menyempatkan diri menyapa dan berbincang-bincang langsung dengan pasien yang tengah mendapatkan perawatan intensif di di RSUD.(far/r4)

 

Berita Lainnya

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Jaksa Kumpulkan 96 Kades Terpilih

Redaksi LombokPost

Memahami Potensi Pemuda

Redaksi LombokPost

IGI Pertanyakan Kebijakan Sukiman

Redaksi LombokPost

26 Oven Untuk Petani Tembakau Lotim

Redaksi LombokPost

Garbi Bakal Gembosi PKS?

Redaksi LombokPost