Lombok Post
Metropolis

Duh, Solusinya Belum Ketemu

BERBAHAYA DAN RUSAK PEMANDANGAN: Sebuah mobil pengangkut sampah Pemkot Mataram saat melintasi Jalan Langko tanpa penutup meski dalam keadaan penuh sampah,) kemarin (16/2). Wahyu/Lombok Post

MATARAM – Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota Mataram coba bergerak cepat. Setelah dimerger dengan Dinas Kebersihan, penanganan sampah menjadi salah satu prioritas utama yang diseriusi.

“Kita mulai susun rencana, petakan masalah, dan cari solusinya,a�? kata Kadis LH Kota Mataram Irwan Rahadi, kemarin (16/2)..

Mantan Camat Selaparang itu mengatakan, masalah sampah memang bukan perkara mudah. Namun dengan kerja keras seluruh jajaran, ia yakin masalah itu bisa terselesaikan.

Pertama, ia mendorong masyarakat kembali mengikuti aturan pembuangan sampah yang sudah ditetapkan 18.00-06.00 Wita adalah jadwal yang lama dibuat.

Sayangnya, jadwal yang sudah berbentuk aturan resmi itu tetap tak mengubah perilaku masyarakat. Mereka masih membuang sampah semaunya. “Padahal kalau buang sesuai jam, kita bisa atur pola pengangkutan,a�? ujarnya.

Jika jadwal yang ada diikuti maksimal, pihaknya bisa mulai mengangkut saat pagi hingga beberapa jam ke depan. Selebihnya Mataram bakal menjadi bersih karena TPS yang banyak tersebar tak lagi dipenuhi sampah.

Terkait cara, ia kini memulai dari tahapan sosialisasi di level akar rumput. Masyarakat kembali diingatkan melalui berbagai perangkat perpanjangan tangan pemerintah yang ada.

Pemanfaatan satgas kebersihan juga dimaksimalkan. Satgas itu bertugas mengawasi depo-depo sampah yang ada. Jika ada yang berserakan, segera diatasi.

Setiap satgas berkewajiban mengatur kawasannya masing-masing sesuai perintah kerja yang ada. a�?Sekarang satgasnya ada sekitar 23 orang,a�? ujarnya.

Dia juga menekankan perlunya efisiensi waktu. Salah satu saat terlama ketika pengangkutan dilakukan. Petugas kerap kewalahan karena sampah-sampah yang dibuang ke TPS masih berserakan dan berceceran.

“Kalau saja sampah itu dibungkus plastik saja, akan sangat membantu efisiensi waktu,a�? katanya berkeyakinan.

Terkait total 30 persen sampah yang belum bisa tertangani maksimal, ia mengatakan juga tengah memikirkan hal itu. Salah satu pemikirannya adalah mengurangi jumlah TPS yang kini mencapai 40 lebih. Banyak diantara TPS itu sebenarnya liar alias tak resmi.

Jika jumlahnya bisa ditekan, masyarakat didorong langsung membuang ke depo-depo besar yang ada, ia yakin penanganan bisa lebih maksimal. “Karena banyak TPS, mobil jadi sana-sini, banyak tak terurus, kalau kita fokuskan pasti lebih maksimal,a�? katanya melempar opsi.

Terkait personel dan armada, Irwan tak mau ambil pusing. Ia lebih memilih memaksimalkan apa yang ada sambil terus melakukan pembenahan. “Misalnya jaring di mobil sampah belum lengkap terpasang semua, itu juga PR,a�? katanya menyebut salah satu masalah yang ada.

Terkait penanganan sampah, Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh kerap berpesan agar jajarannya memikirkan solusi terbaik. Dia mengatakan sampah memang masih menjadi PR klasik yang belum terselesaikan penuh. Namun dia meyakini dengan kerja keras, tak ada yang tak mungkin.

“Silakan berinovasi yang baik, saya akan awasi terus,a�? pesannya pada para kepala SKPD baru, termasuk Irwan Rahadi beberapa waktu lalu. (yuk/r5)

Berita Lainnya

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Bikin Menu Nasiq Lobi Hingga Manuq Sebur Saus Lebui

Redaksi LombokPost