Lombok Post
Headline Sumbawa

Kerusakan Infrastruktur Terus Diinventarisir

RUSAK : Salah satu lokasi tebing sungai yang rusak akibat banjir yang menerjang Sumbawa pekan lalu. RANDY/RADAR SUMBAWA

SUMBAWA– Hingga saat ini, Pemerintah Daerah (Pemda) Sumbawa masih menginventarisir kerusakan infrastruktur yang terjadi akibat bencana banjir. Dari data yang terkumpul saat ini, kemungkinan ke depannya kerusakan yang terjadi semakin parah.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sumbawa Lalu Suharmaji Kertawijaya mengatakan, kerusakan infrastruktur akibat banjir meliputi sejumlah jembatan, tebing sungai dan sejumlah infrastruktur lainnya. Untuk penanganan selanjutnya, masih harus menunggu ketentuan dari status tanggap darurat.

a�?a��Rekonstruksi akan tetap kami lakukan. Terutama pada daerah-daerah yang sangat vital,a�? ujar Suharmaji kepada Radar Sumbawa (Lombok Post Group), kemarin(16/2).

Rekonstruksi akan dilakukan diutamakan pada daerah yang mengganggu aktivitas masyarakat. Seperti jembatan dan bangunan air, bendung yang penguras atau sayapnya rusak akan diutamakan. Rekonstruksi juga dilakukan pada infrastruktur yang memiliki dampak besar bagi masyarakat.

Langkah yang ditempuh Dinas PU yakni menginventarisir lagi semua kerusakan yang diakibatkan banjir dan tanah longsor. Saat ini, kata dia, kerusakan tersebut juga dalam tahap verifikasi. Baik itu oleh Bidang Bina Marga atau PSDA. Kemudian, hasil pendataan itu segera diusulkan untuk rekonstruksi.

Setelah semua kerusakan diinventarisir, Dinas PU kemudian mempersiapkan bahan guna proses rekonstruksi. a�?a��Kerusakan-kerusakan ini tetap kami inventarisir dari waktu ke waktu. Karena tidak menutup kemungkinan itu yang tadinya dua meter bisa saja menjadi dua setengah meter. Karena seperti tebing sungai, yang tadinya satu meter karena dilewati bisa saja bertambah,a�? katanya.

Diketahui, banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Sumbawa berdampak pada kerusakan infrastruktur. Hasil perhitungan sementara, kerugian akibat banjir tersebut mencapai Rp 75,5 miliar. Seperti di sektor perikanan dan kelautan, kerugian yang ditimbulkan sekitar Rp 6,7 miliar. Sementara di sektor infrastruktur jalan, jembatan dan sumber daya air kerugiannya diperkirakan sekitar Rp 40,6 miliar. Perkiraan kerugian di sektor perumahan sekitar Rp 16,2 miliar. Sementara di sektor pertanian dan perkebunan kerugian yang ditimbulkan sekitar Rp 12 miliar. (run/r4)

 

Berita Lainnya

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Jaksa Kumpulkan 96 Kades Terpilih

Redaksi LombokPost