Lombok Post
NASIONAL

Sangu Haji Dipangkas Cuma 1.000 Real

SOSIALISASI: Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama H Abdul Djamil, menghadiri sosialisasi dan penyuluhan haji bagi KBI, tokoh agama, tokoh masyarakat se NTB di Asrama Haji NTB Jalan Lingkar Selatan, Kota Mataram.

JAKARTA a�� Sejumlah skenario baru disiapkan pemerintah menyambut penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Soal makanan menjadi salah satu fokus perbaikan. Rencananya, pemerintah akan menambah dua kali makan bagi jamaah di Makkah.

Namun, imbas kebijakan ini, living cost atau uang saku yang diberikan pada masing-masing jamaah haji tahun 2017 akan berkurang menjadi hanya SAR 1.000 saja. Turun dari SAR 1.500 bagi setiap jamaah musim haji tahun lalu.

Dirjen Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umroh Kementerian Agama (Kemenag) Abdul Djamil mengungkapkan, tambahan makanan itu rencananya diberikan di Makkah. Hal itu merujuk pada masukan-masukan yang ditujukan pada Kemenag dalam penyelenggaraan ibadah haji sebelumnya.

Dia menjelaskan, jamaah mengaku kesulitan mendapat makanan di sekitar hotel yang mereka tempati. Sebab, hotel mereka merupakan kelas bintang empat. Kalaupun ada, mereka harus merogoh kocek cukup dalam untuk satu kali makan. Sebab, rata-rata penyedia makanan hanya restoran kelas menengah dengan harga SAR 15-17 sekali makan.

a�?Terlebih untuk mereka yang berangkat pada gelombang pertama. Ini perlu,a�? ujarnya dalam rapat panja BPIH Komisi VIII kemarin (16/2).

Jamaah gelombang pertama yang berangkat langsung dari Jakarta-Madinah akan melakukan perjalanan panjang ke Makkah. Dalam perjalanan selama 8 jam itu, banyak kemungkinan mereka sampai bukan saat jam makan yang ditentukan. Sehingga, seringkali harus membuat jamaah mencari makanan sendiri di sekitar hotel.

a�?Sedangkan makan selanjutnya diberikan pada hari berikutnya. Jadi mereka harus mencari makanan di sekitar hotel. Ini tidak seperti 15 tahun lalu, banyak yang menjajakkan makanan sekitar hotel,a�? paparnya.

Karena itu, perlu ada penambahan makanan di Makkah. Rencananya, makanan ditambah dua kali. Salah satunya diberikan dalam bentuk welcome dinner. Dengan penambahan itu, maka total makanan yang diberikan di Makkah sebanyak 26 kali.

Rencana kebijakan tersebut tentu menyedot living cost yang diberikan pada jamaah. Bila tahun lalu jamaah diberi SAR 1.500, tahun ini dipangkas SAR 500 per jamaah. Sehingga, jamaah hanya menerima SAR 1000.

Merespons rencana tersebut, anggota Komisi VIII Achmad Mustaqim mengaku keberatan. Menurutn dia, tambahan cukup diberikan satu kali. Itu pun harus diperjelas bagaimana cara pembagiannya, terutama untuk jamaah yang tidak masuk dalam gelombang pertama.

a�?Mungkin sekali saja, jangan dua. Tentu saya melihat tambahan ini sangat bagus. Sebab, jamaah banyak mengeluh,a�? ungkapnya.

Kata dia, tambahan itu tentu berimpact pada besaran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) yang semakin membengkak. Dari rapat yang digelar tersendiri, kemungkinan terjadi kenaikan BPIH tahun ini. Yakni dari Rp 34.641.304 per orang menjadi Rp 35.740.107 per orang. Penyumbang kenaikan terbesar adalah biaya penerbangan dari tanah air menuju Arab Saudi. (mia/oki/JPG/r8)

Berita Lainnya

Lion Air JT 610 Bermasalah di Bali, Jatuh di Karawang

Redaksi LombokPost

16 Instansi Belum Umumkan Seleksi Administrasi CPNS

Redaksi Lombok Post

Jokowi Beri Sinyal Subsidi BPJS Kesehatan

Redaksi LombokPost

Tes CPNS Baru untuk Instansi Pusat

Redaksi LombokPost

Pendaftar CPNS Segera Lapor Dukcapil Kalau Data NIK Tidak Muncul Saat Daftar

Redaksi Lombok Post

Separo Kuota CPNS untuk Pendidik

Redaksi Lombok Post

Sampai Jumpa di Guangzhou 2022

Redaksi Lombok Post

Tiga Jamaah Haji NTB Meninggal di Tanah Suci

Redaksi Lombok Post

Busana Adat Warnai Peringatan HUT RI di Istana

Redaksi Lombok Post