Lombok Post
NASIONAL

Emirsyah Dicecar KPK 9 Jam

MASIH BERKELIT: Emirsyah Satar seusai diperiksa di Gedung KPK Jakarta, Jumat 17 Februari 2017. Pemeriksaan tersebut terkait kasus dugaan menerima suap dari Rolls-Royce saat menjabat sebagai Dirut Garuda Indonesia. M.ALI WAFA/JAWAPOS

JAKARTAA�a�� Setelah penetapan tersangka sebulan lalu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya memeriksa mantan Direktur Utama (Dirut) PT Garuda Indonesia Tbk Emirsyah Satar, kemarin (17/2). Pemeriksaan perdana Emirsyah terkait kasus suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat itu berlangsung selama 9 jam.

Emir-sapaan Emirsyah Satar- tiba di gedung KPK pukul 08.45. Didampingi pengacara Luhut Pangaribuan, Emir yang mengenakan kemeja putih lengan panjang kombinasi garis hitam tipis itu disodori 17 pertanyaan oleh penyidik. a�?Saya berikan keterangan apa adanya. Saya harapkan ini tidak mengganggu PT Garuda,a�? ujar Emir usai diperiksa.

Di pemeriksaan pertama, Emir hanya dimintai keterangan seputar kewenangan dan tugas pokok fungsi (tupoksi) ketika menjabat sebagai orang nomor satu di PT Garuda periode 2005-2014. Emir mengatakan, semua pertanyaan yang diajukan dijawab apa adanya. Dia berharap proses penyidikan kasus suap dari pabrikan pesawat asal Inggris itu lebih cepat selesai.

Luhut Pangaribuan menambahkan, kliennya berjanji membantu KPK untuk menyelesaikan dugaan kasus suap senilai Rp 46 miliar tersebut. Pihaknya juga bakal bekerja sama dengan komisi antirasuah untuk mengungkap semua peristiwa yang berkaitan dengan pengadaan pesawat dan mesin pesawat. a�?Itu (aliran suap Rp 46 miliar) urusan Rolls-Royce kalau yang itu. Nggak ada hubungannya,a�? kilahnya.

Selain Emir, KPK juga menetapkan Soetikno Soedarjo dalam kasus suap PT Garuda. Suap itu diduga terkait dengan pengadaan pesawat Airbus dan mesin pesawat Rolls-Royce pada 2012 lalu. Uang suap diduga diparkir lebih dulu di perusahaan Soetikno Soedarjo, Connaught International Pte Ltd yang bermarkas di Singapura.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, sejauh ini belum ada rencana melakukan penahanan terhadap Emir. Sebab, sejauh ini penyidik masih sebatas mendalami kewenangan mantan petinggi BUMN itu. Belum mengarah pada pokok materi perkara. a�?Kami juga menyampaikan hak-hak apa saja untuk tersangka, mulai dari pendampingan hukum dan hak-hak lain,a�? terangnya.

Selain Emir, penyidik juga akan memulai pemeriksaan terhadap tersangka Soetikno Soedarjo. Bos PT Mugi Rekso Abadi (MRA) itu akan dimintai keterangan seputar kewenangan dan tugas selama mengelola Connaught International Pte Ltd, perusahaan Soetikno. Selain kedua tersangka, KPK juga telah memeriksa sejumlah saksi dari PT Garuda dan pegawai perusahaan Soetikno. (tyo/JPG/r8)

Berita Lainnya

Lion Air JT 610 Bermasalah di Bali, Jatuh di Karawang

Redaksi LombokPost

16 Instansi Belum Umumkan Seleksi Administrasi CPNS

Redaksi Lombok Post

Jokowi Beri Sinyal Subsidi BPJS Kesehatan

Redaksi LombokPost

Tes CPNS Baru untuk Instansi Pusat

Redaksi LombokPost

Pendaftar CPNS Segera Lapor Dukcapil Kalau Data NIK Tidak Muncul Saat Daftar

Redaksi Lombok Post

Separo Kuota CPNS untuk Pendidik

Redaksi Lombok Post

Sampai Jumpa di Guangzhou 2022

Redaksi Lombok Post

Tiga Jamaah Haji NTB Meninggal di Tanah Suci

Redaksi Lombok Post

Busana Adat Warnai Peringatan HUT RI di Istana

Redaksi Lombok Post