Lombok Post
Metropolis

LHK Perintahkan Semua KPH Patroli

MEMPRIHATINKAN: Inilah kondisi hutan di Desa Dara Kunci, Sambelia, Lotim yang sudah gundul dan dipenuhi tanaman jagung, Senin (13/2). SIRTU/LOMBOK POST

MATARAMA�– Guna menahan laju kerusakan hutan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB mengerahkan semua personel penjaga hutan untuk patroli rutin. Ini dilakukan sebagai langkah taktis karena aksi pembalakan liar masih terus terjadi.

Plt Kepala Dinas LHK NTB Madani Mukarom mengatakan, ia sudah memerintahkan semua Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) di NTB untuk patroli. Baik yang ada di Pulau Lombok maupun Pulau Sumbawa.

Patroli ini bertujuan untuk menjaga kawasan hutan dari aksi penebangan liar. Ini sekaligus mempersempit ruang gerak pelaku yang setiap waktu beraksi di tengah hutan. Patroli bahkan tetap dilakukan pada hari libur. a�?Sebab pelaku pembalakan liar tidak kenal hari libur,a�? kata Madani.

Di NTB ada 11 KPH yang setiap hari melakukan pemantauan di kawasan hutan. Setiap tim rata-rata beranggotakan 5-20 orang. Mereka berputar di kawasan hutan, termasuk pos penjagaan 24 jam. Sebelumnya yang bergerak hanya KPH Rinjani Barat dan KPH Batu Lante di Sumbawa.

Tapi mulai saat ini 11 KPH wajib patroli, yakni KPH Rinjani Barat, KPH Rinjani Timur, KPH Sejorong KSB, KPH Batu Lante, KPH Orong Telu, KPH Ropang, KPH Empang Pelampang, KPH Ampang Riwo Soromandi, KPHP Tambora, KPH Madapangga Tokopaja, KPHP Maria Donggomasa. a�?Sekarang semua bergerak, defensif kita melakukan patroli,a�? katanya.

Jika saat ini hutan-hutan nampak rusak, hal itu disebabkan aksi penebangan liar yang dilakukan sebelum-sebelumnya. Karena itu, prinsipnya saat ini, Dinas LHK akan berusaha bertahan dengan mencegah aksi pembalakan liar. Hal ini juga bertujuan untuk mempertahankan kawasan hutan yang tersisa saat ini.

a�?Sambil kita berupaya melakukan perbaikan rehabilitasi,a�? katanya.

Operasi gabungan baru dilakukan apabila kondisi di lapangan cukup berat dan tidak bisa diatasi petugas patroli rutin. Misalnya ada pembalakan yang dilakukan secara masif, baru meminta bantuan tim TNI dan polisi. a�?Tapi saat ini masih bisa diatasilah,a�? katanya.

Khusus di kawasan hutan Sambelia sendiri, kerusakan memang terjadi karena aktivitas pengelolaan hutan yang masif. Meski ada pihak yang memegang izin, tetapi pasti ada saja oknum yang mengelola hutan di luar izin yang dimiliki. Akibatnya hutan sudah kritis, dan dampaknya dirasakan saat ini.

Untuk itu, pihaknya juga sudah menurunkan tim khusus (timsus) ke hutan Sambelia. Mereka akan melakukan pengecekan kondisi hutan selama beberapa hari, meninjau kembali izin-izin pengelolaan hutan yang ada.

a�?Kita cek mana area-area yang kosong, kondisinya seperti apa kita cek semuanya,a�? terang Madani.

Hasil pengecekan tim belum bisa diketahui, sebab saat ini masih dalam proses di lapangan. Pengecekan membutuhkan beberapa hari untuk menelusuri semua hutan tersebut.

Sementara itu, Kepala Bidang Hutan Koservasi SDA dan Ekosistem Dinas LHK NTB Mursal mengatakan, kondisi hutan di Sambelia memang sudah sangat kritis akibat ekploitasi hutan yang berlebihan. Baik yang dikelola masyarakat melalui HKm, maupun perusahaan di kawasan tersebut.

Menurutnya, kerusakan hutan di Sambelia disebabkan perambahan dan pembalakan liar. a�?Apa yang terjadi sekarang bukan hasil pekerjaan minggu lalu, tapi akibat perbuatan bertahun-tahun lalu,a�? kata Musal.

Kerusakan hutan yang terjadi tidak hanya karena pembalakan liar, tetapi juga karena perambahan. Menurutnya, dampak perambahan bahkan lebih parah dari illegal logging. Karena pembalakan liar mereka hanya memotong kayu yang besar sementara semak belukar dan kayu yang kecil mereka tinggalkan. Sedangkan perambahan itu membabat habis seluruh tegakkan yang ada.

Kemudian semak belukar disemprot dengan hebisida bahkan dibakar hanya untuk kepentingan menanam tanaman semusim. Sehingga gundullah hutan atau lahan tersebut kemudian terjadi erosi dan menjadi lahan kritis.

a�?Jumlah perambah hutan jauh lebih masif daripada pelaku illegal logging,a�? ujarnya. (ili/r7)

Berita Lainnya

Kekayaan Tersembunyi Pantai Penghulu Agung Ampenan

Redaksi LombokPost

Hasil Produksi Langsung Dibeli Pengusaha

Redaksi LombokPost

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

PLN Luncurkan Layanan Satu Pintu

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Jalan di Tempat

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost