Lombok Post
Metropolis

Pansus RTRW Temui Wali Kota

BAHAS SERIUS: Sejumlah anggota Pansus Revisi Perda RTRW menemui Wali Kota Mataram, kemarin (17/2). Humas for Lombok Post

MATARAM a�� Pembahasan rencana revisi perda RTRW, makin lambat. Sempat ditargetkan bisa tuntas di akhir tahun 2016 lalu, namun memasuki pertengahan bulan ke dua tahun 2017, progresnya justru tidak signifikan. Alasannya pansus ternyata menemukan banyak data mengejutkan di lapangan.

Data-data itu terkait pelanggaran perda RTRW ternyata sudah lebih dahulu terjadi. Padahal revisi perda belum tuntas diselesaikan. Ia mencotohkan seperti temuan pansus terkait lahan 9,7 hektare (ha) untuk pembangunan PLTGU Lombok Peaker di Gerisak, Sekarbela. Padahal itu termasuk lahan produktif.

a�?Ada pemanfaatan lahan produktif sebesar 9,7 ha oleh PLN,a�? kata Ketua Pansus RTRW Kota Mataram HM Noer Ibrahim.

Belum lagi, pendalaman soal rencana menjadikan eks Bandara Selaparang sebagai kawasan MICE. Padahal, lanjut mereka ini berkenaan dengan realita saat ini pihak Angkasa Pura sendiri yang punya lahan di sana ngotot mengoperasikan kembali kawasan itu untuk penerbangan jarak pendek.

a�?Lalu ada juga rencana reklamasi pantai sepanjang 30 meter dari pinggir pagar milik Pertamina Depo Ampenan,a�? sambung Noer.

Ia menilai rencana-rencana ini butuh kajian komprehensif. Atas dasar itu, pansus menyampaikan keinginan berkonsultasi ke pemerintah pusat bersama pihak Pertamina terkait rencana reklamasi.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Mataram Muhtar tetap memastkan komitmen dewan untuk mendukung penyelesaian revisi Perda RTRW tahun 2011-2031 ini. Namun fakta-fakta di lapangan ini membuat pihaknya harus menclearkan persoalan. Sehingga tidak ada gugatan atau persoalan hukum di kemudian hari.

a�?Karena itu kami berinisiatif menemui wali kota karena ini menyangkut pembangunan Kota Mataram dalam jangka panjang,a�? ujar Muhtar.

Selain memaparkan temuan di lapangan, Muhtar juga mengatakan pertemuan ini juga untuk mendengar pendapat wali kota terkait hasil kerja pansel secara keseluruhan. Ia menilai harus ada keselarasan visi misi agar tujuan pembangunan kota seperti yang dirancang eksekutif rencanakan bisa teralisasi dengan baik.

Sementara itu, Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh tetap berharap pansus bekerja paripurna. Menyelesaikan berbagai persoalan terkait rencana revisi perda RTRW. Tetapi tetap mengacu pada semangat untuk perkembangan Kota Mataram ke depan.

a�?Setelah perda direvisi, semua urusan tata ruang dan tata wilayah sampai dengan tahun 2031 akan bergantung pada perda itu,a�? Kata Ahyar.

Karena itu, pansus harus bekerja hati-hati. Jangan sampai, hasilnya nanti justru menyulitkan kota untuk memberi ruang investasi. Sehingga berdampak pada terhambatnya pembangunan kota.

a�?Ini menyangkut nyawa Kota Mataram,a�? imbuhnya.

Lebih jauh, wali kota menjelaskan Mataram relatif mulai sempit dengan potensi Sumber Daya Alam (SDA) terbatas. Tapi dengan kemampuan kinerja dan SDM yang cukup baik, Kota Mataram mampu menjadi daerah dengan PAD tertinggi di NTB melalui bidang jasa dan perdagangan.

Ia tak menepis risiko yang bisa terjadi dengan adanya revisi ini. Seperti menyempitnya lahan pertanian dan kawasan produktif lainnya. Karena itu, semangat dari revisi ini lanjut dia harus mengacu pada semangat pembangunan daerah.

a�?Jadi harus mengakomodir rencana Pemerintah melanjutkan pembangunan,a�? pintanya.

Di antaranya, rencana membuka akses-akses jalan baru di beberapa tempat. Penataan pesisir, pembangunan waduk di Babakan, dan pelabuhan wisata di wilayah Pantai Mapak. Bahkan, secara khusus wali kota meminta agar revisi perda nanti dapat mengamankan kawasan-kawasan strategis agar bisa steril.

a�?Saya minta beberapa kawasan strategis seperti bundaran diamankan, jangan sampai terbangun,a�? tandasnya. (zad/r3)

Berita Lainnya

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Bikin Menu Nasiq Lobi Hingga Manuq Sebur Saus Lebui

Redaksi LombokPost