Lombok Post
Metropolis

Permintaan Pemkot Ditolak

BELUM DIMANFAATKAN: Kondisi terakhir gedung eks RSUP NTB di Jalan Pejanggik, kemarin (17/2). Gedung ini tidak terpakai sejak RSUP NTB pindah ke Dasar Cermen tahun 2015 lalu. SIRTU/LOMBOK POST

MATARAMA�– Rencana Pemkot Mataram untuk membangun taman kota di eks RSUP NTB kandas. Sebab Pemprov NTB lebih memilih menjadikan gedung bekas rumah sakit itu sebagai perkantoran. Rencananya, ada lima kantor SKPD yang akan dibangun di lokasi tersebut.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) NTB Supran menjelaskan, usulan Pemkot Mataram yang ingin membangun ruang terbuka hijau terpaksa ditolak.

Karena gedung itu masih dibutuhkan untuk kantor pemerintah. Apalagi dengan adanya perubahan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang baru, banyak dinas yang belum memiliki kantor. a�?Banyak SKPD kita belum punya kantor,a�? kata Supran, kemarin (17/2).

Ia menyebutkan, lima kantor yang akan dibangun di bekas gedung RSUP tersebut adalah Rumah Sakit Mata, Kantor PT BPR NTB, kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD), BPKAD, dan kantor kas Bank NTB.

Untuk itu, rencananya pedagang kaki lima di Jalan Veteran akan ditertibkan agar kawasan tersebut lebih indah. a�?Ikon kita kan pariwisata, jangan sampai kantor-kantor ini jadi kumuh,a�? katanya.

Untuk lima kantor tersebut, Pemprov tidak akan membangun dari awal, tetapi hanya melakukan rehab atau perbaikan terhadap bangunan yang ada sampai layak ditempati. Renovasi gedung ada yang dimulai tahun ini seperti BKD dan BPKAD karena harus pindah tahun 2017.

Ada juga yang direnovasi tahun depan, seperti Rumah Sakit Mata yang akan dibangun di tengah sampai Jalan Harimau sebelah timur. a�?Yang jelas sudah ada izinnya untuk ditempati,a�? katanya.

Dana yang dibutuhkan untuk merehab gedung tersebut mencapai miliaran rupiah. Misalnya, untuk kantor BKD kebutuhan untuk rehab Rp 6 miliar, sementara BPKAD sekitar Rp 5 miliar untuk rehab saja. Sementara untuk rumah sakit mata masih sedang disusun perencanaanya. (ili/r7)

Berita Lainnya

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Bikin Menu Nasiq Lobi Hingga Manuq Sebur Saus Lebui

Redaksi LombokPost