Lombok Post
Tanjung

Dewan Minta Pemkab Pikir-pikir

AKAN DIGANTI: Tampak cidomo dongol (cikar) yang biasa digunakan mengangkut sampah di Gili Trawangan melintas di jalan utama Trawangan beberapa waktu lalu. PUJO/ LOMBOK POST

TANJUNG – Rencana Pemkab Lombok Utara menempatkan mobil sampah di Gili Trawangan direspons dewan. DPRD Lombok Utara meminta pemkab untuk mempertimbangkan kembali rencana tersebut.

Ketua Komisi II DPRD Lombok Utara Tusen Lasima mengungkapkan, salah satu keunikan Gili Trawangan adalah tanpa kendaraan motor. Jika ikon ini dihilangkan, dikhawatirkan pamor Gili Trawangan akan berkurang. a�?Warga saja dilarang, sekarang malah pemerintah mau adakan,a�? ujarnya saat dihubungi, kemarin (19/2).

Ditambahkan, jika memang cidomo sudah tidak mampu mengangkut sampah lagi setiap harinya dikarenakan volume sampah yang membludak masih ada opsi lainnya. a�?Kan ada mobil listrik tanpa BBM. Tapi ini harus untuk angkut sampah saja jangan digunakan untuk aktivitas lain,a�? tandasnya.

Menurut Tusen, meskipun dalam pelaksanaannya nanti pemkab akan membuat peraturan bahwa kendaraan pengangkut sampah saja yang boleh beroperasi di sana tetap tidak bisa. Karena jika ada kendaraan bermesin dan menggunakan BBM maka apalagi yang bisa dibanggakan di Gili Trawangan. Karena Gili Trawangan terkenal selain karena wisata baharinya, juga karena tidak adanya kendaraan bermotor di sana. Meskipun tidak ada aturan tegas yang menyatakan tidak diperbolehkannya kendaraan bermotor, tetapi ini menjadi salah satu promosi Gili Trawangan.

a�?Kita membolehkan sesuatu kemudian kita larang yang lain. Tidak fair juga itu,a�? cetus politisi PDIP ini.

Salah satu solusi yang bisa diterima masyarakat adalah menggunakan mobil listrik tadi. Khususnya yang tidak mencemari lingkungan dengan polusinya.

Ditambahkan, dewan menginginkan tetap saja Gili Trawangan seperti sekarang tanpa kendaraan bermotor. Kalau ini diberlakukan berarti ini mengubah sesuatu yang mencabut dari akarnya. a�?Tujuan kita kan mengangkut sampah. Kalau tidak bisa menggunakan cidomo, ya mobil listrik saja yang jenis pikap,a�? katanya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman, dan Lingkungan Hidup I Ketut Masa beberapa waktu lalu mengungkapkan untuk mengatasi persoalan sampah yang sudah gawat di Gili Trawangan, pemkab memang berencana mengirim kendaraan bermesin khusus untuk mengangkut sampah. Kendaraan yang rencananya akan dikirim ke Gili Trawangan adalah jenis L300 dan roda tiga. Di mana mobil L300 nanti beroperasi mengangkut sampah dari pengusaha dan warga yang ada di jalan utama. Sedangkan kendaraan roda tiga akan mengangkut sampah dari areal yang lebih dalam dan tidak bisa dijangkau mobil.

Pengoperasian kendaraan pengangkut sampah ini juga akan dibatasi berlangsung selama dua jam. Rencananya dari jam 5 pagi hingga jam 7 agar tidak mengganggu aktivitas pariwisata. (puj/r7)

Berita Lainnya

50 Orang Dilatih Jadi Aplikator Risha

Redaksi LombokPost

Rekruitmen P3K Diharapkan Bisa Mulai Tahun Depan

Redaksi LombokPost

Kantor Sementara DPRD Mulai Dibangun

Redaksi LombokPost

Warga Dusun Boyotan Terancam Tak Dapat Rp 50 Juta

Redaksi LombokPost

Baru 40 Sekolah Rusak Berat Dirobohkan

Redaksi LombokPost

Sekda Izinkan Huntara BUMN yang Tak Ditempati Dibongkar, Asal…

Redaksi LombokPost

Empat Puskesmas Darurat Mulai Beroperasi

Redaksi LombokPost

7.000 Petisi Penolakan Juknis Bantuan Gempa

Redaksi LombokPost

Pelebaran Jalan Ganggu Distribusi Air

Redaksi LombokPost