Lombok Post
Ekonomi Bisnis

Garap Potensi Bawang Putih Sembalun

FOTO BERSAMA: Jajaran Bank Indonesia foto bersama usai kegiatan sosialisasi pengembangan Bawang Putih di Lombok Timur Sabtu (18/2) lalu. Bank Indonesia For Lombok Post

MATARAMA�– Bank Indonesia (BI) berupaya mengangkat potensi bawang dari Sembalun, Lombok Timur. Apalagi daerah ini memiliki potensi untuk pengembangan bawang putih. Dengan mengangkat potensi tersebut, diharapkan bawang putih Sembalun dapat memenuhi kebutuhan bawang putih di tingkat lokalA� bahkan nasional.

a�?Tingkat konsumsi bawang putih masyarakat di Indonesia cukup tinggi, sebesar 400 ribu ton per tahun, sayangnya ini masih belum diimbangi dengan kapasitas produksi yang mencukupi,a�? kata Kepala BI Perwakilan NTB Prijono saat sosialisasi pengembangan bawang putih di Lombok Timur Sabtu (18/2) lalu.

Berdasarkan data, produksi bawang putih nasional pada tahun 2015 tercatat sebesar 20 ribu ton pertahun. Angka ini hanya bisa memenuhi kebutuhan bawang putih nasional sebesar 5 persen. Tak heran untuk untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, pemerintah terpaksa melakukan impor.

a�?Dalam jangka panjang, impor bawang putih yang tinggi tersebut berisiko memberikan tekanan kepada nilai tukar rupiah,a�? jelasnya.

Melihat kondisi tersebut, Kantor Perwakilan BI NTB berinisiatif membangkitkan kembali kejayaan bawang putih nasional, khususnya bawang putih dari daerah Sembalun. Menurutnya NTB, khususnya Sembalun, berpotensi menjadi sentra produksi bawang putih nasional. Ini mengingat, 48 persen produksi bawang putih nasional disumbang oleh NTB.

Langkah awal, BI dalam membangkitkan kejayaan bawang putih tersebut melalui sosialisasi sistem budidaya teknik total organik. Kegiatan ini diikuti lebih dari 120 petani hortikultura di Sembalun serta Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur.

Pada kegiatan ini, narasumber sosialisasi Dr Nugroho Widiasmadi mengatakan, penggunaan pupuk kimia akan berdampak pada penurunan kualitas tanah. Sehingga lambat laun akan menurunkan kualitas dan ukuran umbi dari bawang putih.

a�?Dengan menggunakan teknik total organik, diharapkan kualitas tanah pertanian di Sembalun akan kembali meningkat,a�? ujarnya.

Jika kualitas unsur hara tanah semakin bagus, diharapkan bawang putih yang dihasilkan memiliki ukuran yang lebih besar, kualitas lebih tahan lama, serta rasa yang semakin kuat. Penerapan dengan teknik total organik diyakini akan meningkatkan daya saing produk bawang putih lokal.

a�?Apabila dibandingkan dengan bawang putih impor yang memiliki umbi yang besar namun rasa yang tidak kuat. Melalui sistem organik total ini diharapkan bisa menghasilkan bawang putih berkualitas,a�? tuturnya.

Pada kesempatan ini BI kembali mensosialisasi ciri-ciri keaslian uang rupiah, khususnya rupiah Tahun Emisi (TE) 2016 kepada para peserta, dan juga layanan penukaran uang baru. Sosialisasi rupiah akan terus dilakukan hingga ke berbagai daerah, khususnya di NTB. BI juga kembali meluruskan beberapa isu yang beredar terkait uang rupiah TE 2016, dengan harapan masyarakat lebih teredukasi dengan baik. (nur/r3)

Berita Lainnya

Bank Mandiri-Hiswana Migas-Pertamina Jalin Kerjasama

Redaksi Lombok Post

Soft Opening Jannah Tour and Travel Meriah

Redaksi LombokPost

Masyarakat Didorong Gunakan Produk Lokal

Redaksi LombokPost

FWD Life Resmi Hadir di Lombok

Redaksi Lombok Post

Golden Palace Hotel Dikunjungi Wakil Duta Besar Australia

Redaksi Lombok Post

BI Sosialisasi Kartu GPN di Kota Bima

Redaksi Lombok Post

Distribusi Kartu Berlogo GPN Dekati Target

Redaksi LombokPost

Avian Brands Peduli Bangun Kembali Lombok

Redaksi Lombok Post

Harga Bahan Bangunan Naik

Redaksi LombokPost