Lombok Post
Metropolis

Pansus Belajar ke Dispora Jatim

KUNKER: Pansus Raperda Penyelenggaraan Keolahragaan DPRD NTB saat berkunjung ke Dispora Jatim. Johan Rosihan untuk Lombok Post

MATARAMA�– Provinsi Jawa Timur sudah punya Peraturan Daerah (Perda) tentang penyelenggaraan keolahragaan. Untuk itu, pansus DPRD NTB melakukan studi banding ke daerah tersebut.

Perda yang dimiliki Jawa Timur memiliki ketentuan yang cukup mendasar dalam mendorong pencapaian visi misi dan tujuan pembangunan olahraga. Antara lain, pemantapan koordinasi lintas sektor baik horizontal maupun vertikal.

Di mana sistem perencanaannya terpadu, terukur, efektif, dan efisien pembangunan. Selain itu, pembinaan dan pengembangan olahraga dan jaminan kepastian pendanaan penyelenggaraan keolahragaan.

a�?Kami dari pansus olahraga berkunjung ke Dispora Jawa Timur,a�? kata anggota Pansus Raperda Penyelenggaraan Olahraga DPRD NTB H Johan Rosihan, kemarin (19/2).

Seperti diketahui, saat ini DPRD NTB tengah mengajukan tiga buah Raperda prakarsa dewan. Salah satunya, tentang penyelenggaraan keolahragaan. Diharapkan dapat menjadi raperda yang visible, komprehensif, dan memberi solusi dalam pembangunan dan pengembangan keolahragaan di daerah.

Adapun menjadi fokus perhatian saat berkunjung, kata dia, pada ruang lingkup penyelenggaraan olahraga daerah. Kemudian, koordinasi pemda dalam hal ini Dispora dengan pemangku amanah olahraga daerah seperti KONI.

a�?Termasuk pendanaan olahraga daerah, dan pengalihfungsian sarana prasarana olahraga,a�? papar Ketua Komisi III DPRD NTB ini.

Dikatakan, dengan adanya perda ini nantinya para pengurus maupun pelaku olahraga dapat memberikan arah bijaksana yang jelas dan tegas untuk membangun olahraga di daerah.

Dengan adanya perda, maka pemda mempunyai kewenangan untuk mengatur, membina, mengembangkan, melaksanakan, dan mengawasi penyelenggaraan keolahragaan di daerah.

a�?Perda ini akan jadi payung hukum yang menentukan arah jangka panjang pembangunan. Serta pembinaan, pengembangan keolahragaan daerah yang ingin diwujudkan,a�? tutupnya. (ewi/r7)

Berita Lainnya

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost

Hindari Berkendara Saat Hujan Lebat

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost