Lombok Post
Kriminal

Pembunuhan YAP Sisakan Trauma Bagi Warga

KEKERASAN ANAK: Jenazah YAP, korban pembunuhan di Loteng saat dibawa ke RS Bhayangkara Mataram, kemarin (19/2). DIDIT/LOMBOK POST

MATARAM – Kekerasan terhadap anak masih terus terjadi. Terakhir adalah peristiwa dugaan pembunuhan disertai pelecehan seksual YAP (inisial, Red) bocah perempuan 7 tahun di Desa Presak, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah (Loteng). Konon pelaku adalah DH (inisial) tetangga korban.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) NTB Hartina mengatakan, pihaknya langsung menindaklanjuti peristiwa tersebut. Bersama Lembaga Perlindungan Anak (LPA) NTB dan tim terpadu, mereka mendatangi rumah korban, kemarin (19/2).

Hartina mengatakan, rentetan peristiwa kekerasan terhadap anak, harus menjadi perhatian bersama. Tidak saja pemerintah daerah melalui instansinya, maupun sejumlah lembaga masyarakat lainnya. Tetapi juga pihak-pihak yang berada dalam lingkaran terdekat anak, yakni keluarga.

a�?Tentu harus seperti itu, kita bersama-sama mencegah bagaimana agar tidak terulang peristiwa serupa,a�? kata Hartina, kemarin.

Sementara itu, Koordinator Divisi Hukum LPA NTB Joko Jumadi mengatakan, pengawasan orang tua mutlak diperlukan. Agar anak tidak lagi menjadi korban kekerasan.

a�?Kita tidak bisa lagi mengandalkan lingkungan sekitar. Karena bisa jadi, di sana yang menjadi penyebab terjadi kejadian itu,a�? kata Joko.

Guna mencegah hal serupa terulang, lanjutnya, LPA NTB telah menyusun langkah ke depan. Pihaknya berencana mengajak tenaga pendidikan di tingkat sekolah dasar dan taman kanak-kanak. Memberi advokasi dan pendidikan dini untuk pencegahan terjadinya kekerasan seksual terhadap anak.

a�?Jadi bisa diajarkan sejak dini kepada anak-anak, bagaimana anak bisa teriak kalau terancam, berteriak jika ada orang yang memegang bagian tubuh yang terlarang,a�? bebernya.

Khusus untuk kasus yang menimpa YAP di Loteng, rupanya menimbulkan trauma bagi anak-anak di lingkungan tersebut. Menyikapi itu, kata Joko, LPA NTB bersama Dinas P3AP2KB NTB akan melakukan penyembuhan trauma terhadap anak.

a�?Rencananya Rabu (22/2), sudah janjian dengan masyarakat, karena anak-anak sekitar trauma, jadi akan diadakan trauma healing,a�? tandasnya. (dit/r2)

Berita Lainnya

Buron Pembegalan Wisatawan Tertangkap di Sekotong

Redaksi LombokPost

Lagi, Pelajar di Lombok Tengah Terseret Kasus Narkoba

Redaksi LombokPost

Ombudsman RI Pantau Kasus Buku Kemenag

Redaksi LombokPost

Dana Rehabilitasi Sekolah Melonjak Rp 1,2 Miliar

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Gubernur Yakin Kemampuan Brimob

Redaksi LombokPost

Polda Kantongi Data Baru Kasus Pengadaan Buku Madrasah

Redaksi LombokPost

Berkas Banding Merger BPR Dilimpahkan

Redaksi LombokPost

Utamakan Langkah Preventif

Redaksi LombokPost