Lombok Post
Selong

Sekolah: Kami Dipaksa UNBK!

SELONGA�– Rencana pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) secara menyeluruh di tingkat SMA sederajat mengalami berbagai persoalan. Khususnya di sejumlah sekolah terpencil atau yang lokasinya jauh dari perkotaan. Selain di SMAN 1 Sembalun, SMAN 1 Jerowaru ternyata juga punya persoalan yang sama. Yakni keterbatasan komputer untuk dilaksanakannya UNBK.

a�?Terus terang kami tidak siap. Tapi mau tidak mau kami diminta menggelar UNBK. Kami dipaksa!a�? beber Kepala SMAN 1 Jerowaru Ahmad Suhamdi.

Alasan ketidaksiapan SMAN 1 Jerowaru diungkapkan pria ini karena sekolahnya saat ini hanya memiliki dua unit komputer. Sementara, minimal yang harus disiapkan untuk digelarnya UNBK di SMAN 1 Jerowaru adalah 33 unit komputer. Merujuk jumlah siswa kelas XII yang akan menggelar UNBK sebanyak 97 siswa. Akan ada tiga sesi digelarnya UNBK di SMAN 1 Jerowaru. Dengan tiga jurusan yang terdapat di sekolah tersebut yakni IPA, IPS dan Bahasa.

Dari pantauan Lombok Post, hingga Sabtu (18/2) lalu baru 15 unit komputer yang tersedia di laboratorium sekolah ini. Dengan rincian dua unit personal komputer dan 13 unit laptop. Di setiap laptop, terdapat tempelan kertas putih untuk menandai pemilik laptop tersebut.

a�?Ini saja kami minjam laptop ke sana kemari tadi yang 13 ini. Ada yang di tetangga, ada yang di teman dan keluarga siswa maupun guru. Bahkan ada di orang yang tidak ada kaitannya dengan pihak sekolah kami minjam. Tapi masih kurang juga,a�? tuturnya.

a�?Terus terang kami bapak ibu guru di sekolah ini tidak bisa tidur mempersiapkan simulasi UNBK Senin besok (hari ini, Red). Kami nggak tahu nanti harus minjam kemana yang penting harus dapat,a�? timpal Wakasek Kurikulum SMAN 1 Jerowaru H Sahman.

Kondisi pihak sekolah makin diperparah dengan belum keluarnya anggaran dana BOS tahun 2017. Padahal, anggaran tersebut dikatakan sangat dibutuhkan untuk operasional sekolah. Karena kebutuhan jelang UN diungkapkan pihak sekolah meningkat.

Dengan kondisi seperti ini, pihak SMAN 1 Jerowaru merasa hanya mendapat lemparan masalah dari pemerintah pusat maupun Provinsi. Dimana mereka dipaksa melakukan sesuatu diluar kemampuan sekolah.

a�?Coba kalau mau buat kebijakan itu harus dipertimbangkan dengan matang. Minimal dibantu kita sarana komputer,a�? sesal Kasek.

Menindaklanjuti keterbatasan ini, pihak SMAN 1 Jerowaru mengaku telah membuat proposal permohonan bantuan unit komputer kepada Dinas Dikbud Provinsi NTB.

a�?Karena ada beberapa laptop yang kami pinjam juga tidak sesuai spesifikasi yang ada dalam aturan digelarnya UNBK. Misalnya laptop yang bisa digunakan minimal 12 inch. Tapi yang kami dapat pinjam hanya 10 inch. Ini saja belum kami ujicoba apakah nanti bisa digunakan untuk simulasi atau tidak,a�? beber H Sahman. (ton/r2)

Berita Lainnya

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

4564 Honorer Lotim Akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Akhirnya Darmaga Labuhan Haji Dikeruk Juga!

Redaksi LombokPost

Ditilang, Siswa Madrasah Nangis Minta Pulang

Redaksi LombokPost

SKD Selesai, Banyak Formasi CPNS Lowong

Redaksi LombokPost

Waspada Calo PNS !

Redaksi LombokPost

Cegah Kematian Ibu Hamil dan Bayi

Redaksi LombokPost

ADBMI Sosialisasikan Migrasi Aman Dengan Drama Rudat

Redaksi LombokPost

Sukiman Ungkap Kekecawaan di Hari Pahlawan

Redaksi LombokPost