Lombok Post
Selong

Warga Limbungan Bakal Diberdayakan

BAKAL DIBERDAYAKAN: Sejumlah warga yang ada di Rumah Adat Limbungan di Desa Perigi Kecamatan Suela Lotim beberapa waktu lalu. TONI/LOMBOK POST

SELONGA�– Dinas Pariwisata Lombok Timur (Lotim) akan mengembangkan potensi rumah adat Dusun Limbungan Desa Perigi Kecamatan Suela sebagai destinasi wisata. Tak hanya dari sisi infrastruktur, masyarakat yang tinggal di rumah adat ini juga rencananya akan.

a�?Tentu kami nggak bisaA� buatkan mereka pekerjaan baru. Kami hanya bisa maksimalkan potensi yang memang ada di situ. Rencananya warga di Limbungan akan mengembangkan tikar pandan dan memanfaatkan buah sirsak menjadi manisan,a�? jelas Kabid Pengembangan Destinasi Dinas Pariwisata Lotim Supriadi.

Rencana ini dilakukan berdasarkan hasil rapat yang telah dilakukan pihak Dinas Pariwisata dengan sejumlah elemen masyarakat belum lama ini. Dimana, warga Limbungan berharap ada pembinaan untuk mengembangkan potensi mereka yang bisa menambah daya tarik wisatawan.

a�?Makanya nanti kami akan berkoordinasi dengan Dinas Koperasi, Dinas PMD dan yang lainnya untuk memberdayakan potensi masyarakat ini,a�? ujarnya.

Selain itu, warga Limbungan juga akan mendapatkan pelatihan bagaimana bersikap terhadap A�wisatawan. Khususnya para pemanduA� yang mendampingi wisatawan.

A�a�?Minimal mereka bisa berbahasa yang sopan dan santun serta bisa dipahami oleh pengunjung,a�? cetusnya.

Selain fokus untuk mengembangkan potensi sumber dayaA� tahun ini Dinas pariwisata juga mendapat anggaran untuk merevitalisasi 180 unit rumah adat Limbungan. Saat ini, revitalisasi sudah mencapai 60 persen. Dengan Dinas Pariwisata mengklaim jumlah kunjungan wisawatan per hari mencapai 100 sampai 200 orang.

Meski mengklaim jumlah kunjungan wisawatan terus meningkat, dari pantauan Lombok Post belum lama ini, kunjungan wisata ke lokasi ini tak seperti yang diungkapkan.

“Nggak ada kerjaan bapak. Ya cuma begini aja nunggu hasil panen. Suami pergi ke sawah,” tutur Radmah, salah seorang pemilik rumah adat Limbungan.

Kebanyakan para penghuni rumah adat Limbungan hanya bekerja sebagai petani. “Masyarakat kami di sini memang pengetahuannya terbatas. Rata-rata semua petani, dan mereka tidak punya skill atau kemampuan lain,” ujar Kadus Limbungan Ridwan.

Untuk itu, ia menyampaikan harapannya kepada pihak Dinas Pariwisata agar masyarakat yang ada di sana diberikan pelatihan dan pembinaan. Agar mereka memiliki kemampuan untuk mendukungA� Limbungan bisa benar-benar sebagai destinasi wisata.

“Hanya beberapa orang saja yang bisa nyesek (membuat kain, Red). Makanya kami berharap ada pelatihan yang bisa mendorong warga menghasilkan sesuatu yang bisa dibawa pulang wisatawan sebagai cendera mata,” harapnya.

Rumah adat di Dusun Limbungan diwacanakan menjadi ikon pariwisata Lotim oleh Dinas Pariwisata. Letaknya di atas pegunungan menawarkan pemandangan panorama laut dinilai menjadi daya tariknya. Sayang hingga saat ini, tak banyak wisatawan yang datang ke lokasi ini. Saat ini ada sekitar 360 kepala keluarga di dusun ini. Hampir semua penghuninya bekerja sebagai petani dan peternak.A� (ton/r2)

Berita Lainnya

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

4564 Honorer Lotim Akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Akhirnya Darmaga Labuhan Haji Dikeruk Juga!

Redaksi LombokPost

Ditilang, Siswa Madrasah Nangis Minta Pulang

Redaksi LombokPost

SKD Selesai, Banyak Formasi CPNS Lowong

Redaksi LombokPost

Waspada Calo PNS !

Redaksi LombokPost

Cegah Kematian Ibu Hamil dan Bayi

Redaksi LombokPost

ADBMI Sosialisasikan Migrasi Aman Dengan Drama Rudat

Redaksi LombokPost

Sukiman Ungkap Kekecawaan di Hari Pahlawan

Redaksi LombokPost