Lombok Post
Headline Politika

Demokrat Beri Sinyal Usung Bang Zul

KOMPAK: Wakil Ketua I DPD Partai Demokrat TGH Mahally Fikri (kiri) foto bersama dengan Sekretaris DPD Zainul Aidi usai berbincang, kemarin (20/2).Dewi/Lombok Post

MATARAM – Ke mana arah dukungan Partai Demokrat di Pilgub NTB mulai jelas. Siapa yang akan didukung dan diinginkan pun mulai disuarakan serta ditunjukkan pada khalayak ramai. Walau Demokrat berdalih, hingga kini belum memutuskan siapa nama bakal calon gubernur (bacagub) yang diusung dalam Pilgub NTB 2018.

Demokrat mencoba memberi tawaran pada publik. Agar Gubernur NTB kali ini sebagai pengganti TGB H M Zainul Majdi, bisa berasal dari Pulau Sumbawa. Artinya, masyarakat memberikan kesempatan agar pemimpin daerah di NTB ke depan tidak hanya berasal dari Pulau Lombok. “Kita coba memberi tawaran pada masyarakat, kenapa tidak sekali-kali dari Sumbawa jadi gubernurnya, dan wakil dari Lombok,a�? kata Wakil Ketua I DPD Partai Demokrat NTB TGH Mahally Fikri pada wartawan, kemarin (20/2).

Meski tidak disebutkan langsung, publik mengetahui jelas siapa sosok bacagub yang dimaksud. Sosok yang dimaksuh Mahally mengarah ke Dr Zulkieflimansyah. Kedekatan Bang Zul dengan TGB pun tak perlu dipertanyakan lagi. Tak hanya sebagai pengurus PBNW, bahkan Bang Zul digadang-gadang dipasangkan dengan Hj Siti Rohmi Djalillah di Pilgub NTB 2018.

a�?Siapa pun, tidak Dr Zul saja, terlalu prematur jika ke arah sana,a�? kelitnya. a�?Kita pernah punya gubernur (dari) Bima, wakil (dari) Sumbawa dua kali, kenapa tidak pemimpin NTB kali ini dari Sumbawa,a�? tambah Mahally.

Menurut Mahally, sudah waktunya masyarakat tidak mengedepankan ego geopolitik atau asal usul etnis calon pemimpin. Tanpa mempertimbangkan kapasitas dan kualitas.

Jika ingin melihat NTB ke depan lebih maju, masyarakatnya sejahtera maka harus memiliki kearifan dan kebijaksanaan dalam memilih seorang pemimpin. Terpenting adanya kesamaan visi misi dalam mewujudkan tujuan tersebut.

a�?Semua orang punya hak, selama dia putera daerah NTB,a�? imbuhnya.

Sinyal ini mendapatkan tanggapan dari para politisi Udayana. Politisi PDIP Made Slamet mengatakan, semua orang memiliki hak untuk dipilih dan memilih dalam Pilgub NTB. Namun demikian, Pilgub NTB bukanlah ibarat piala bergilir. Meski Demokrat terlihat mengarah mendukung salah satau bacagub yang berasal dari Pulau Sumbawa, semua diserahkan pada masyarakat.

a�?Kita tidak seperti Malaysia atau Singapura yang ada giliran memimpin, serahkan di pilkada langsung, biarkan masyarakat memilih,a�? katanya.

Sementara politisi NasDem Raihan Anwar menambahkan, soal mayoritas kesukuan masih terjadi di semua daerah. Karena ada beberapa faktor mengapa suku mayoritas lebih berpeluang menjadi pemimpin. Untuk di NTB, rata-rata tingkat pendidikan adalah SD, sehingga jika ingin mengubah pola pikir masyarakat maka idealnya harus di atas 70 persen. Artinya, rata-rata tingkat pendidikan masyarakat adalah sekolah menengah. a�?Ini belum terpenuhi, sehingga kenapa masyarakat cenderung memilih pemimpin dari Lombok,a�? ucap Raihan. a�?Dari segi jumlah penduduk. Dua per tiga penduduk masyarakat Lombok ada di Pulau Sumbawa,a�? tandasnya. (ewi/r7)

Berita Lainnya

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost