Lombok Post
Headline Pendidikan

Pelajar Mataram Perangi Narkoba

BAHAYA NARKOBA: Ketua DPRD Kota Mataram H Didi Sumardi (berdiri) membuka acara deklarasi pelajar anti narkoba di Gedung PGRI NTB. Rojai/Lombok Post

MATARAM – Ratusan siswa se-Kota Mataram deklarasi anti narkoba. Para siswa menyatukan komitmen perang terhadap barang haram tersebut. Deklarasi Anti narkoba yang digagas Samalas Institute di Gedung PGRI NTB dibuka Ketua DPRD Kota Mataram H Didi Sumardi dengan menandatangani spanduk anti narkoba. Hadir juga Kepala BNN Kota Mataram Nur Rahmat, Perwakilan Dikbud Kota Mataram, dan perwakilan pihak kepolisian.

Didi meminta siswa menjadi duta dalam memerangi narkoba. Kini, sasaran narkoba adalah para siswa yang masih labil. Untuk itu, ia meminta siswa yang hadir ini mensosialisasikan bahaya narkoba kepada teman sebayanya.

Didi pun ingin sosialisasi tidak henti sampai di sini. Tatkala hanya sebatas sosialisasi maka tidak akan bisa mencegah. Kini yang terpenting ada pola yang membendung para pelajar menghindari narkoba. Selama ini kata dia, penyalahgunaan narkoba ini datang dari orang yang tidak memiliki kesibukan. a�?Biasanya anak yang tidak ada aktivitas diserang para cukong,a�? sebut dia.

Sekarang yang terpenting lanjut Didi, A�bagaimana menciptakan kreativitas secara produktif. Baik di sekolah maupun di rumah. a�?Kita tidak bisa mengawasi anak di sekolah saja, namun juga di rumah. Apalagi waktu di rumah lebih banyak,a�? sebut dia.

Ia menjelaskan, harus ada pola atau desain yang bisa membendung anak tidak terjerumus narkoba. Selama ini, anak yang mengkonsumsi narkoba jarang ditahu. Sebab, mereka malu. Selain itu, meraka tidak nyaman. a�?Pemakai narkoba mereka memilih tidak ditahu,a�? ucap dia.

Ia menuturkan, jika pengguna narkoba mudah teridentifikasi maka harus ada sistem dibangun. Dengan ditahu pengguna narkoba maka ada rehabilitasi yang dilakukan BNN. BNN juga harus kerja sama dengan pihak lain memberantas narkoba. Misalnya, dengan pondok pesantren atau asosiasi lainnya.

Sementara itu Direktur Samalas Institute Darsono YS menuturkan,A� barang haram ini sudah masuk dikalangan pelajar. Dari data dirilis BNN 2014 lalu sekitar 22 persen pengguna narkoba di Indonesia berasal dari kalangan pelajar. Sementara pada 2015 jumlah penyalahgunaan narkoba pada anak yang mendapat pelayanan rehabilitasi pada usia dibawah 19 tahun sebanyak 348 orang dari total 5.127 orang.

Ia mengatakan, pelajar ini paling rentan sebagai penyalahguna narkoba. Lemahnya pengawasan orang tua serta labilnya psikologi anak mudah terjerumus dengan barang haram tersebut. a�?Anak di Mataram bisa dibilang darurat narkoba,a�? sebut dia.

Untuk itu tambah dia, peran dan partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan dalam rangka jihad narkoba yang menjadi pembunuh generasi bangsa depan. a�?Kami ingin siswa yang ada di sini bisa menjadi motor penggerak kampanyekan bahaya narkoba,a�? tutupnya. (jay)

Berita Lainnya

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Jalan di Tempat

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost