Lombok Post
Bima - Dompu

Calon Sekda Kota Bima Kurang Berkualitas ?

calon

KOTA BIMA – Fakta dibalik kontroversi seleksi calon Sekda Kota BimaA� tahun 2016 lalu akhirnya terungkap. A�Lima calon yang bertahan sampai seleksi terakhir tidak ada satu pun yang lolos.

Ada saja persyaratan yang jadi batu sandungan. Seperti tidak memenuhi standar nilai 2,5. Pernah mendapatkan hukuman disiplin atau tersandung masalah dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Fakta ini terungkap dalam hearing Komisi I dengan tim pansel demisioner, Rabu (22/2). Hearing yang dipimpin Anwar Arman ini berlangsung satu jam di ruangan Banggar DPRD Kota Bima. Tim pansel demisioner dihadiri oleh H Maryono Nasiman dan H Tajudin Umar.

Anggota pansel demisioner, H Tajuddin membeberkan poin penting yang tidak mampu dipenuhi oleh lima calon sekda. Dicontohkannya, dalam penulisan makalah semua calon tidak ada yang fokus dalam tupoksi jabatan sekda. Bahkan ada satu calon sekda yang dalam makalahnya justru ingin menjalankan tugas kepala daerah.

Padahal jika dilihat latar belakang pendidikan, para calon sekda sudah menyandang gelar yang tinggi. Namun faktanya, saat ditanyai sinkronisasi anggaran dan perencanaan semua calon justru terlihat bingung.

“Bukannya kami sulit menentukan, tapi kami tidak ingin memaksakan orang yang tidak memenuhi syarat untuk lolos,” tegas Tajudin.

Mantan Sekda Kota Bima ini meyakinkan tidak ada tendensi atau kepentingan apapun di balik keputusan pansel tidak meloloskan semua calon sekda.

“Semuanya murni karena memang belum ada yang memenuhi syarat. Bukannya tidak layak,” terangnya.

Lalu siapa calon sekda yang tersandung temuan BPK dan pernah mendapatkan hukuman disiplin?

Saat dikonfirmasi terpisah, Tajuddin enggan berkomentar. “Yang jelas saya hanya bisa katakan belum memenuhi syarat,” ujarnya sambil berlalu usai hearing.

Sementara itu, pimpinan rapat Anwar Arman SE membenarkan adanya calon sekda yang terbentur temuan BPK dan pernah mendapatkan hukuman disiplin tersebut. Namun Anwar pun tidak mengetahui, siapa calon sekda tersebut. Termasuk, yang sudah mendapatkan hukuman disiplin.

Yang bisa dipastikan Anwar adalah lima calon dinyatakan gagal dalam rekam jejak yang sebagian besarnya didominasi persoalan pribadi. Dicontohkannya, menikah lebih dari satu kali dan perjalanan karier ASN yang tidak sesuai prosedur.

“Kami menerima apa yang dilaporkan pansel. Sangat wajar jika semua calon dinyatakan tidak ada yang lolos kalau faktanya seperti itu,” pungkas Anwar. (tin/r4)

Berita Lainnya

IKKB Papua Barat Bantu Korban Gempa

Redaksi LombokPost

Etos Kerja Harus Meningkat selama Ramadan

Pemkot Bima Lanjutkan Perbaikan Infrastruktur Sisa Banjir

Redaksi LombokPost

Miliki Sabu, IRT Diringkus

Ops Ketupat Gatarin 2018 Dimulai

Masih Ditemukan Makanan Kedaluwarsa

Penataan Ama Hami Dilanjutkan

Berkas Ketua PDIP Kota Bima Dilimpahkan ke Kejaksaan

Redaksi LombokPost

KPU Kota Bima Mulai Lipat Surat Suara