Lombok Post
Kriminal

Jadi Tersangka, Siti Aisyah Belum Ditahan

saifull
Ketua Majelis Ulama Indonesia NTB SAIFUL MUSLIM.DIDIT/LOMBOK POST

MATARAM – Usai ditetapkan sebagai tersangka dugaan penistaan agama, Siti Aisyah belum ditahan. Terkait hal ini Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) NTB Saiful Muslim mengatakan, jika ada kekhawatiran dari masyarakat, bahwa Siti Aisyah tetap menyebarkan ajarannya, maka bisa menjadi pertimbangan polisi untuk melakukan penahanan.

a�?Dengan kekhawatiran masyarakat seperti itu, agar bisa ditahan. Ini juga untuk keamanannya dia (Siti Aisyah, Red),a�? kata Saiful, kemarin (23/2).

Saiful mengatakan, pihaknya tetap memantau kasus ini dan berkoordinasi dengan penyidik. Termasuk memberikan keterangan sebagai ahli dalam perkara dugaan penistaan agama yang dituduhkan kepada Aisyah. Hanya saja, setelah ditangani polisi, dia tidak mengetahui posisi yang bersangkutan. Termasuk apakah Siti Aisyah tetap menyebarkan ajarannya di sela-sela waktunya.

a�?Tentu polisi punya pertimbangan tertentu dalam memutuskan apakah ditahan atau tidak. Tapi kalau ada masyarakat yang menginginkan untuk ditahan, tentu itu bisa juga jadi pertimbangan,a�? ujar dia.

Sementara itu, Kapolda NTB Brigjen Pol Firli mengatakan, terkait pidana dugaan penistaan agama, penyidik tetap mengikuti prosedur hukum. Masyarakat tentu menuntut kinerja cepat dari kepolisian. Hanya saja, polisi diharuskan bekerja sesuai koridor yang telah ditetapkan.

a�?Tapi bekerja cepat itu tidak boleh melanggar aturan,a�? ujarnya.

Firli menjelaskan, proses penyidikan pidana itu tidak mengenal cepat atau lambat dalam penanganannya. Melainkan harus memberikan kepastian hukum dan keadilan di dalamnya.

a�?Bukan cepat tapi tidak adil, dan cepat namun tidak pasti. Itu malah keliru,a�? kata dia.

Mengenai permintaan untuk ditahan, menurut kapolda semuanya telah diatur dalam Pasal 20 KUHAP. Di sana telah diatur mengenai syarat penahanan. Yakni, syarat objektif yang menyatakan bahwa pidana tersebut benar terjadi dan penahanan itu tidak ada kata wajib ditahan, tetapi dapat ditahan.

a�?Itu jadi pedoman penyidik. jadi kita tahan tersangka bukan karena permintaan orang lain, tetapi berdasarkan ketaatan hukum,a�? pungkasnya.(dit/r2)

Berita Lainnya

Cegah Aksi Para Spekulan, Polisi-Pemprov Pantau Pasar

Redaksi LombokPost

Kapolres Imbau Masyarakat Menahan Diri

Redaksi LombokPost

Penyidik LHK Lakukan Langkah Konfrontir

Redaksi LombokPost

Jaksa SP3 Kasus Izin Hutan Sekaroh

Redaksi LombokPost

PPK Masuk Bui, Rekanan Tak Kunjung Diadili

Redaksi LombokPost

Ahli: Penangkapan Muhir Bukan OTT

Redaksi LombokPost

Kejati NTB Selamatkan Uang Negara Rp 4 Miliar

Redaksi LombokPost

TNI Polri di NTB Tetap Solid

Redaksi LombokPost

Jalan Terjal Memburu Para Bandar

Redaksi LombokPost