Lombok Post
Metropolis

Belum Ada Tanda-Tanda Lelang Proyek

LEWAT BATAS: Puskesmas Pagesangan merupakan salah satu proyek milik Dinas Kesehatan Kota Mataram yang tak kunjung selesai, meski telah diberi tambahan waktu. Lalu Mohammad/Lombok Post

MATARAM – Memasuki bulan ke dua tahun anggaran 2017, belum ada tanda-tanda Unit Layanan Pengadaan (ULP) Bagian Administrasi Pengendalian Pembangunan (APP) melelang proyek Pemerintah Kota Mataram.

Padahal molornya pengerjaan dua proyek puskesmas milik Dinas Kesehatan Kota Mataram bisa jadi pelajaran. Sebelumnya, lelang pengerjaan puskesmas dilakukan terlambat. Akibatnya, hingga batas tambahan waktu yang diberikan, masih ada yang belum tuntas pengerjaannya.

Hanya saja, Kepala Bagian APP Kota Mataram M Suryadi membantah jika persoalan penyebab molornya pekerjaan beberapa puskesmas, karena tender yang molor. Menurutnya mereka yang menang lelang sudah memperhitungkan waktu pengerjaan.

a�?Hanya dua puskesmas itu yang lambat pengerjaannya,a�? kata Suryadi. Sementara sisanya, bisa dituntaskan tepat waktu.

Namun saat digelitik pertanyaan oleh wartawan, apakah ini akibat penentuan pemenang tender telah diatur oleh APP, sehingga para pemenang ada yang tidak memenuhi kualifikasi teknis, Suryadi tegas menepis.

a�?Oh tidak ada. Siapa yang bilang begitu?a�? kilahnya dengan nada meninggi.

Ia memastikan para pemenang lelang proyek melalui mekanisme yang telah diatur. Dengan melihat kemampuan dan tawaran terbaik. Serta kesiapan mereka memenuhi standar pelaksana proyek sesuai apa yang telah direncanakan.

a�?Kalau memang dia (peserta lelang) layak dimenangkan, ya kita menangkan,a�? tegasnya.

Ia juga menepis adanya dokumen sanggahan dari para peserta lelang. Jikapun ada, harusnya berkasnya telah ia terima. Tetapi realitanya sampai saat ini, belum ada sanggahan apapun yang diterima dari para peserta lelang. Suryadi balik menduga, isu itu hanya dihembuskan oleh para peserta yang tidak berhasil memenangkan lelang.

a�?Kan bisa juga sanggahan dibuat oleh orang yang kecewa,a�? cetusnya.

Karena itu, dengan tegas, Suryadi menolak dituding tidak profesional dalam menentukan pelaksana proyek. Sehingga akibatnya, banyak pelaksana yang tidak bisa menuntaskan pekerjaan dengan baik. Jikapun ada kasus proyek yang tidak tuntas, tepat waktu menurutnya itu bisa saja terjadi.

Jika terbukti tidak profesional, maka para kontraktor yang tidak bisa menuntaskan pekerjaan bisa saja di black list. Tidak boleh lagi mengikuti lelang proyek Pemerintah Kota Mataram.

a�?Ya kita berharap, di tahun ini tidak ada seperti itu. Walau sudah diatur dalam perpres boleh di tambah 50 hari masa kerja. Tetapi semoga tidak terjadi lagi,a�? tandasnya.

Sementara, itu salah satu pekerja yang mengerjakan Puskesmas Pagesangan yang enggan disebutkan namanya memperkirakan butuh dua hari lagi sampai puskesmas itu tuntas dikerjakan.

a�?Sekitar dua hari lagi. Tinggal pasang kaca-kaca saja,a�? kata pekerja tersebut.

Beberapa hari kemarin, pengerjaan memang tidak bisa dikebut. Alasannya, material kaca di toko bangunan yang telah ditunjuk masih dalam tahap pengiriman dari Surabaya. Karena itulah, hingga beberapa hari pekerja lebih banyak menganggur karena material belum datang.

a�?Tapi sekarang sudah ada, tinggal di pasang saja,a�? ujarnya. (zad/r3)

Berita Lainnya

Taksi Online Jangan Parkir Sembarangan!

Redaksi LombokPost

Bantuan Jadup Urung Disalurkan

Redaksi LombokPost

Pajak Panelnya Dihapus Dong!

Redaksi LombokPost

Rajin Blusukan ke Sejumlah Sentra Kerajinan Tenun

Redaksi LombokPost

Kreatif..!! Babinsa di Mataram Ganti BBM Motor Dengan Elpiji 3 Kg

Redaksi LombokPost

Ada Kemungkinan Passing Grade Diturunkan

Redaksi LombokPost

Anggota Pokmas Harus Lebih Rajin

Redaksi LombokPost

Mantap, Wali Kota Ingin UMK Naik

Redaksi Lombok Post

Peserta Tes CPNS Dilarang Bawa Jimat

Redaksi Lombok Post