Lombok Post
Headline Praya

Bukti Pungli RSUD Praya Ditelusuri

SUASANA RSUD: Para keluarga pasien di RSUD Praya Lombok Tengah saat duduk di lantai, sementara tenaga medis bekerja seperti biasa, kemarin (24/2). dedi/Lombok Post

PRAYAA�– Pemkab Lombok Tengah (Loteng), masih mengumpulkan bukti keterlibatan oknum pegawai di RSUD Praya dalam dugaan penyimpangan penerimaan pegawai. Jika terbukti kedua oknum pegawai itu akan diberikan sanksi sesuai ketentuan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53 Tahun 2010 tentang, kedisiplinan pegawai negeri sipil (PNS).

a�?Kalau sudah dugaan pungutan liar (pungli), maka itu menjadi ranah aparat hukum,a�? kata Sekda HM Nursiah, kemarin (24/2).

Sebaliknya, kata Nursiah jika mengangkut urusan administrasi kepegawaian, maka Pemkab akan menjatuhkan sanksi. Terberat, pemecatan secara tidak terhormat.

A�a�?Jadi, kita tunggu saja perkembangannya,a�? kata pria asal Desa Batujai tersebut.

Pernyataan itu disampaikan mantan Asisten III Setda Loteng tersebut, setelah menindaklanjuti rekomendasi Ombudsman RI Perwakilan NTB. Ia mengaku sudah memanggil seluruh pejabat dan pegawai rumah sakit, namun tidak ada satu yang mengakui perbuatannya.

Di satu sisi, tekan Nursiah Pemkab masih minim barang bukti keterlibatan kedua oknum yang dimaksud. Khususnya, menyangkut bukti dokumen kuwitansi dugaan pungli dan dokumen perekrutan tenaga medis. Karena, dari hasil penelurusan sebagian besar yang direkrut keduanya itu adalah, para tenaga medis yang magang. Bukan, honorer.

Agar tidak terjadi kasus yang sama, ia pun telah meminta perjanjian kepada seluruh pegawai dan tenega medis rumah sakit. Selanjutnya, akan disiapkan perjanjian secara tertulis. Jika ada yang melanggar, maka sanksi tegas menunggu.

a�?Secara fisik, Alhamdulillah rumah sakit kita ini sudah memiliki bangunan lantai tiga. Jadi, kita akan sesuaikan tambahan bangunan itu dengan tenaga medisnya,a�? kata Nursiah.

Artinya, tambah Nursiah perawat dan bidan yang ada saat ini, baik jalur honorer maupun magang, tetap dipertahankan. Dengan catatan, mereka lulus tes kompetensi yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini.

a�?Kalau berbicara dokter spesialis, kita masih kekurangan. Tapi, Alhamdulillah pelayanan tetap berjalan,a�? kata Direktur RSUD Praya Muzakir Langkir terpisah.

Dokter spesialis yang dibutuhkan saat ini, beber Langkir meliputi, rehabilitasi medik, jantung dan spesialis paru-paru. a�?Saat ini, kita masih tipe C. Kita pun sedang mengejar tipe B, mohon dukungan semua pihak,a�? seru mantan Kepala Puskesmas Praya tersebut.(dss/r2)

Berita Lainnya

Jasad Bayi Membusuk di Bukit Korea

Redaksi LombokPost

Polda NTB Berikan Data Penyidikan ke Bareskrim

Redaksi LombokPost

Waspada Banjir Kiriman!

Redaksi LombokPost

Jangan Larang Anak-Anak Masuk Masjid

Redaksi LombokPost

Dinas Pendidikan Loteng Gelar Latihan Dasar Kepemimpinan

Redaksi LombokPost

Waspada Calo PNS !

Redaksi LombokPost

Sosialisasikan Migrasi Aman Dengan Drama Rudat

Redaksi LombokPost

Sukiman Ungkap Kekecawaan di Hari Pahlawan

Redaksi LombokPost

Bank Mandiri-Hiswana Migas-Pertamina Jalin Kerjasama

Redaksi Lombok Post