Lombok Post
Metropolis

Dikes Masih Tunggu Kabar Pusat

Kepala Dikes NTB dr Nurhandini Eka Dewi SIRTU/LOMBOK POST

MATARAMA�– Dinas Kesehatan Provinsi NTB belum menerima daftar nama bidan berstatus Pegawai Tidak Tetap (PTT) yang diangkat menjadi PNS.

Kepala Dikes NTB dr Nurhandini Eka Dewi menjelaskan, hingga saat ini pihaknya belum mendapat kiriman daftar nama-nama bidan PTT yang diangkat menjadi PNS. Daerah yang sudah diserahkan hanya Jawa Tengah, sementara NTB belum menerima.

Ia menyebutkan, jumlah bidan PTT asal NTB yang diajukan mencapai 200 orang. Dari semua bidan tersebut Dikes belum mengetahui berapa yang diterima menjadi PNS, dan berapa yang tidak lulus. a�?Kita masih menunggu surat dari kementerian,a�? katanya.

Meski demikian, para bidan tersebut tetap bekerja seperti biasa dan tetap digaji oleh Kementerian Kesehatan. Jika mereka lulus menjadi PNS, mereka tidak akan pindah dan tetap tugas ditempat biasa. Hanya saja status kepegawaian mereka berubah menjadi PNS.

Dewi menambahkan, 85 persen kebutuhan bidan se-NTB sudah terpenuhi dengan jumlah 159 Puskesmas. Di mana setiap Puskesmas di luar Polindes kebutuan bidan adalah 4-6 orang bidan.

Tapi itu baru bidan yang tercatat sebagai PTT dan PNS, bidan di luar itu menurutnya cukup banyak. Mereka mengabdi secara sukarela di puskesmas-puskesmas.

Ia berharap, kepada bidan yang diangkat menjadi PNS nantinya bisa bekerja lebih baik, dan tidak pindah tempat kerja setelah diangkat. Agar pelayanan yang ada tetap berkesinambungan. (ili/r7)

Berita Lainnya

Liburan ke Pantai Penghulu Agung Ampenan Juga Asyik Loo..!!

Redaksi LombokPost

Hasil Produksi Langsung Dibeli Pengusaha

Redaksi LombokPost

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

PLN Luncurkan Layanan Satu Pintu

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost