Lombok Post
Kriminal

Jangan Percaya Isu Provokasi

MEDIASI: Kapolres Mataram AKBP Heri Prihanto bersama Babinsa dan tokoh masyarakat melakukan mediasi di Masjid Nurul Huda, Lingkungan Karang Pule, Kecamatan Sekarbela, kemarin (24/2). Pertemuan ini untuk meredam situasi dua kelompok warga yang nyaris bentrok akibat kabar hoax. DIDIT/LOMBOK POST

MATARAMA� -A� Bentrokan antar kampung nyaris pecah di Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram kemarin (24/2). Beruntung, aksi sigap aparat penegak hukum dan tokoh masyarakat setempat mampu meredam amarah massa yang telah berkumpul.

Dari pantauan koran ini di lapangan, sekitar pukul 13.25 Wita, usai salat Jumat, warga dari Lingkungan Karang Pule, Kelurahan Karang Pule A�dan Lingkungan Bebidas, Kelurahan Pagesangan memanas. Mereka berkumpul di masing-masing lingkungannya dengan membawa beragam jenis senjata tajam.

Tak berselang lama, polisi yang datang langsung meredam aksi massa. Kapolres Mataram AKBP Heri Prihanto mengajak tokoh masyarakat dari masing-masing lingkungan untuk bermusyawarah di Masjid Nurul Huda, Lingkungan Karang Pule.

Kata Heri, kejadian itu A�dipicu kesalahpahaman. Ada upaya provokasi yang dilakukan orang tak bertanggung jawab, untuk mengadu warga dari Lingkungan Karang Pule dan Lingkungan Bebidas.

a�?Ada informasi yang bilang (Lingkungan) Karang Pule mau serang (Lingkungan) Bebidas, begitu juga sebaliknya. Padahal itu tidak benar,a�? kata Heri, kemarin.

Menurut Heri, informasi yang tidak benar tersebut sangat meresahkan masyarakat. Kabar bohong, membuat warga yang tidak mengetahui pokok persoalan, ikut terprovokasi.

Karena itu, mantan Kapolres Lombok Timur ini berjanji akan menelusuri siapa penyebar kabar bohong, yang menyebabkan dua kampung nyaris bentrok.

a�?Kita akan cari berita sebenarnya, saya tidak mau ada berita kebohongan yang meresahkan masyarakat,a�? tegas dia.

Kedepannya, Heri mengimbau warga untuk tidak percaya begitu saja isu-isu yang memprovokasi. Jika ada permasalahan, harus diselesaikan dengan kepala dingin.

a�?Bisa juga melaporkan kepada aparat keamanan, agar kami bisa melakukan penindakan. Jangan sampai kita mudah terpancing ulah oknum provokator,a�? pungkasnya.

Sekitar pukul 15.45 Wita, mediasi yang dilakukan bersama Kapolres dan tokoh masyarakat mencapai titik temu. Warga sepakat untuk tidak memperpanjang masalah dan saling menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah masing-masing. (dit/r2)

Berita Lainnya

Buron Pembegalan Wisatawan Tertangkap di Sekotong

Redaksi LombokPost

Lagi, Pelajar di Lombok Tengah Terseret Kasus Narkoba

Redaksi LombokPost

Ombudsman RI Pantau Kasus Buku Kemenag

Redaksi LombokPost

Dana Rehabilitasi Sekolah Melonjak Rp 1,2 Miliar

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Gubernur Yakin Kemampuan Brimob

Redaksi LombokPost

Polda Kantongi Data Baru Kasus Pengadaan Buku Madrasah

Redaksi LombokPost

Berkas Banding Merger BPR Dilimpahkan

Redaksi LombokPost

Utamakan Langkah Preventif

Redaksi LombokPost