Lombok Post
Ekonomi Bisnis

Inflasi Februari Lebih Rendah

PENYUMBANG INFLASI: Seorang pedagang cabai merah tengah menunggu pembeli di salah satu pasar. Selama ini, cabai kerap menjadi pemicu inflasi. JPG

JAKARTA a�� Inflasi awal tahun ini cukup tinggi, yakni di angka 0,97 persen. Besaran inflasi tersebut terutama disumbang lonjakan sejumlah administered price seperti harga BBM, tarif dasar listrik (TDL), serta biaya administrasi STNK dan BPKB. Bulan ini tingkat inflasi diprediksi lebih rendah daripada Januari. Namun, harga-harga komoditas seperti cabai diperkirakan masih menyumbang inflasi. Begitu juga dengan dampak kenaikan TDL bagi pelanggan 900 VA.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Sasmito Hadi Wibowo menuturkan, peluang inflasi rendah itu terjadi jika tiga hari ke depan tidak ada gejolak harga yang signifikan. Dia melanjutkan, harga komoditas seperti beras diperkirakan turun.

Namun, harga ikan diprediksi naik. Begitu juga dengan harga cabai rawit dan cabai merah. Penyebabnya adalah musim hujan yang berkepanjangan. a��a��Saya kira kalau harga beras cenderung turun,a��a�� ujar Sasmito kemarin.

Ekonom Maybank Juniman juga memperkirakan inflasi bulan ini lebih rendah daripada bulan sebelumnya. Dia memproyeksikan, inflasi bulan ini berada di kisaran 0,1a��0,4 persen. Menurut dia, inflasi tersebut disumbang tingginya harga beberapa komoditas pangan.

a��a��Harga pangan turun saat panen raya Maret dan April mendatang. Tapi, jika suplai pangan terjaga dengan baik, bisa berpeluang terjadi deflasi,a��a�� katanya.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Mirza Adityaswara menambahkan, inflasi pada minggu ketiga Februari mencapai 0,35 persen (month-to-month). Namun, inflasi secara year-on-yeA�ar (yoy) diperkirakan mencapai 3,9 persen. Pengaruh inflasi komponen administered price masih terjadi hingga Mei tahun ini.

Meski penyesuaian harga komponen administered price memengaruhi inflasi, Mirza meminta masyarakat memahami manfaat penyesuaian harga itu untuk jangka panjang. a��a��Kami dukung efisiensi APBN untuk pembangunan bermanfaat. Sementara itu, volatile food harus dikendalikan. Produksi dan distribusi cabai serta daging harus dapat dipastikan,a��a�� ujarnya. (ken/rin/c22/sof/jpg/r3)

Berita Lainnya

ILBB-Ancora Foundation Bantu Korban Gempa Lombok

Redaksi Lombok Post

Bank Mandiri-Hiswana Migas-Pertamina Jalin Kerjasama

Redaksi Lombok Post

Soft Opening Jannah Tour and Travel Meriah

Redaksi LombokPost

Masyarakat Didorong Gunakan Produk Lokal

Redaksi LombokPost

FWD Life Resmi Hadir di Lombok

Redaksi Lombok Post

Golden Palace Hotel Dikunjungi Wakil Duta Besar Australia

Redaksi Lombok Post

BI Sosialisasi Kartu GPN di Kota Bima

Redaksi Lombok Post

Distribusi Kartu Berlogo GPN Dekati Target

Redaksi LombokPost

Avian Brands Peduli Bangun Kembali Lombok

Redaksi Lombok Post