Lombok Post
Selong

Internet dan Listrik Jadi Penghalang

FOKUS: Salah seorang guru di SMAN 1 Sembalun Lombok Timur saat mengarahkan siswa untuk persiapan simulasi kedua belum lama ini. TONI/LOMBOK POST

SELONGA�– Simulasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) kedua telah dilaksanakan minggu lalu. Sejumlah kendala dihadapi sekolah saat simulasi berlangsung terutama di wilayah terpencil. Yang paling mengganggu adalah masalah gangguan jaringan internet dan listrikA� yang padam.

a�?Kami heran padahal Sembalun ini daerah pariwisata. Tapi kok jaringan internetnya tidak mendukung,a�? kata kepala SMAN 1 Sembalun Pathan.

Tak hanya masalah jaringan internet, saat simulasi UNBK kedua berlangsung jaringan listrik yang mati juga sempat mengganggu jalannya simulasi di SMAN 1 Sembalun. Menurut kepala sekolah hal ini harus menjadi perhatian pemerintah.

a�?Kami sudah melakukan berbagai upaya agar UNBK ini bisa terlaksana di sekolah kami. Jadi kami juga minta tolong faktor pendukung seperti internet dan listrik menjadi perhatian pemerintah,a�? ungkapnya.

Selain itu A�SMAN 1 Sembalun mengaku memiliki keterbatasan unit komputer. Dari total 30 komputer yang mesti disiapkan, sekolah ini hanya memiliki sekitar 15 unit. Sisanya menggunakan laptop para siswa dan guru.

a�?Sebenarnya guru dan siswa mau numpang UNBK di bawah (wilayah perkotaan, Red). Tapi saya yakinkan mereka bahwa sekolah kami bisa menggelar UNBK sendiri. Jadi tolong kami juga di-support,a�? pintanya.

Sementara Kepala Bidang Dikmen dan PKPLK Lotim Ahmad Junaidi mengungkapkan simulasi UNBK kedua minggu lalu berjalan lancar. Hanya beberapa sekolah saja yang bermasalah akibat jaringan internet yang terganggu pemadaman listrik.

a�?Saya mengunjungi beberapa sekolah, ada jaringan internet yang spesifikasinya tinggi tapi faktanya malah kecepatannya rendah. Makanya kami langsung berikan solusi dengan modem untuk sementara,a�? kata dia.

Jaringan internet menurut Junaidi dibutuhkan hanya untuk mendownload dan mengupload file soal UNBK. Jadi kendala internet seperti ini menurutnya masih bisa disiastai. Sementara A�di sejumlah sekolah di Sikur pihak sekolah dan siswa sempat resah karena simulasi belum bisa mulai sampai pukul 10.00 wita akibat kendala teknis.

a�?Karena begitu masuk anak-anak, akses ke tokennya itu nggak bisa. Makanya kami minta restart ulang dari awal. Kita melihat kekurangan-kekurangan itu jadi evaluasi,a�? katanya.

Untuk kondisi listrik yang mati, menurut A�Junaidi harus bisa menjadi perhatain pemerintah daerah dan pusat. Agar ketika simulasi ketiga nanti bisa berjalan lancar. A�Untuk mengantisipasi listrik mati ke depan akan ada kerja sama. Baik dari PLN, Telkom, hingga Ombudsman.

a�?Memang bisa pakai genset, tapi itu bisa merusak perangkat komputer karena tingkat kestabilan listriknya kan kurang. Makanya kami berharap simulasi ketiga dan UNBK nanti tidak mati listrik,a�? ujarnya.

Sementara untuk keterbatasan unit komputer, Junaidi mengaku hal itu sebenarnya bisa disiasati. Ia menjelaskan kenapa jadwal UNBK antara SMA dan SMK berbeda, itu bertujuan agar mereka bisa saling memfasilitasi. a�?Jadi SMK memfasilitasi SMA, begitu juga sebaliknya. Jadi tidak ada yang dipaksa,a�? tandasnya. (ton/r2)

Berita Lainnya

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Memahami Potensi Pemuda

Redaksi LombokPost

IGI Pertanyakan Kebijakan Sukiman

Redaksi LombokPost

26 Oven Untuk Petani Tembakau Lotim

Redaksi LombokPost

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

4564 Honorer Lotim Akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Akhirnya Darmaga Labuhan Haji Dikeruk Juga!

Redaksi LombokPost

Ditilang, Siswa Madrasah Nangis Minta Pulang

Redaksi LombokPost

SKD Selesai, Banyak Formasi CPNS Lowong

Redaksi LombokPost