Lombok Post
Selong

Dari Masbagik Diekspor ke Arab, Sebulan Kantongi Rp 50 Juta

JUTAWAN GAHARU: Mansyur, perajin gaharu asal Masbagik menunjukkan kerajinan kayu gaharu yang telah dibentuk belum lama ini. TONI/LOMBOK POST

Semakin besar risiko pekerjaan yang ditempuh, maka keuntungan akan berbanding lurus. Hal ini sudah dibuktikan oleh Mansyur, perajin kayu gaharu asal Masbagik.

***

MALAM yang tenang menyelimuti wilayah Masbagik, Lombok Timur. Jam dinding menunjukkan pukul 22.00 wita. Di salah satu sudut jalan Desa Masbagik-Danger, sebuah ruko dua lantai masih terbuka.

Di depan ruko tersebut, terdapat spanduk yang bertuliskan kelompok perajin Kayu Gaharu Bajang Kreatif. Di dalamnya, masih terdapat sejumlah warga yang terlihat berjibaku dengan sejumlah kepingan kayu.

a�?Lagi proses dibor ukiran kayu gaharu yang telah dibentuk. Biar bisa segera dikirim,a�? kata Helmi, salah seorang pemuda Masbagik kepada Lombok Post.

Bersama sejumlah pemuda lainnya, Helmi nampak fokus melubangi kayu yang sudah terpotong kecil. Ia membuat desain kayu gaharu ini nampak seperti bekas digigit rayap. Dengan keterbatasan pencahayaan sinar lampu di dalam ruko, ia terlihat berhati-hati membentuk kayu gaharu menjadi seperti bentuk yang diinginkan.

a�?Memang harus seperti ini bentuknya. Dibuat sedemikian rupa agar menyerupai bekas gigitan rayap. Nanti di lubang yang dibuat menggunakan bor ini ditaruhkan getah gaharu alami di Jakarta baru dikirim ke Arab hingga Cina,a�? tutur Mansyur, koordinator kelompok perajin gaharu se-Lombok Timur.

Mansyur, pria usia setengah abad ini adalah aktor di balik ratusan perajin gaharu yang ada di Lotim. Konon dialah salah satu inisiator kerajinan gaharu sebagai salah satu lahan untuk mencari nafkah bagi warga Masbagik dan Lotim pada umumnya.

Mansyur melihat peluang ekonomi dari kerajinan gaharu dalam skala besar. Dimana, ia mendatangkan kayu gaharu dari berbagai daerah kemudian diekspor kembali dengan nilai jual yang lebih tinggi.

A�a�?Kayu gaharu ini dimanafaatkan banyak oleh orang Arab untuk wewangian, bahan baku pembuat parfum hingga pembuatan dupa di China. Kebetulan saya ada bos di Jakarta yang siap nampung,a�? bebernya.

Kelompok perajin gaharu binaan Mansyur kini berjumla 350 perajin yang ada di Lotim maupun Lombok tengah dan Lombok Barat. Rata-rata perajin dikatakan Mansyur bisa mendapatkan penghasilan Rp 50-60 ribu per hari.

A�a�?Saya akan drop sejumlah kayu untuk diukir para perajin sesuai bentuk yang ditentukan. Nanti itu hitungannya para perajin kalau bisa menghasilkan satu kilo per hari, bayarannya Rp 65 ribu. Rata-rata memang mereka menghasilkan satu kilo,a�? tutur Mansyur.

Setelah dibentuk dan diukir, Mansyur akan kembali mengambil kayu gaharu tersebut. Ia mengirim kayu tersebut ke Jakarta jika sudah mencapai satu kuintal. Harga kayu gaharu yag sudah diukir per kilo saat dikirim ke Jakarta mencapai Rp 500 ribu.

a�?Makanya sekali ngirim itu bisa Rp 50 juta per minggu. Tapi kan saya ngirimnya kadang empat kali seminggu, kadang juga lebih,a�? akunya.

Omset kerajinan gaharu ini pun diungkapkan Mansyur mencapai ratusan juta. Dengan keuntungan bersih yang bisa ia dapatkan mencapai Rp 50 juta per bulan. Luar biasa memang. Namun, untuk bisa sampai pada titik A�Mansyur telah merintisnya sejak lama. Butuh perjuangan yang sangat panjang.

a�?Saya mulai dari nol. Sejak kecil ikut orang tua cari gaharu di hutan Kalimantan. Kebetulan saya warga transmigran. Dari sana saya melihat peluang usaha ini,a�? tuturnya.

a�?Mencari kayu gaharu di hutan itu tidak mudah. Bahkan saya harus tinggal di hutan selama tiga bulan. Kita pencari gaharu itu harus bertahan hidup dengan segala riskio dan konsekuensinya,a�? tuturnya. (HAMDANI WATHONI/r2)

Berita Lainnya

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

4564 Honorer Lotim Akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Akhirnya Darmaga Labuhan Haji Dikeruk Juga!

Redaksi LombokPost

Ditilang, Siswa Madrasah Nangis Minta Pulang

Redaksi LombokPost

SKD Selesai, Banyak Formasi CPNS Lowong

Redaksi LombokPost

Waspada Calo PNS !

Redaksi LombokPost

Cegah Kematian Ibu Hamil dan Bayi

Redaksi LombokPost

ADBMI Sosialisasikan Migrasi Aman Dengan Drama Rudat

Redaksi LombokPost

Sukiman Ungkap Kekecawaan di Hari Pahlawan

Redaksi LombokPost