Lombok Post
Bima - Dompu

Muhammadiyah Gelar Lokakarya Penanggulangan Bencana

FOTO BERSAMA: Wali Kota Bima HM Qurais H Abidin, Ketua MDMC Pusat dan PDM Kota Bima foto bersama tim MDMC Pusat saat acara lokakarya di GSG Muhammadiyah Kota Bima, Minggu (26/2). Arul/ Radar Tambora

KOTA BIMAA�– Wali Kota Bima HM Qurais H Abidin membuka acara lokakarya kajian risiko partisipasi masyarakat lingkar Rumah Sakit PKU Muhammadiyah. Kegiatan yang digelar Muhammadiyah tersebut dihelat di GSG Muhammadiyah Kota Bima, Minggu kemarin (26/2.

Hadir dalam kegiatan itu Ketua MDMC Pusat dr Rahmawati Husen, Kepala BPBD Kota Bima Syafaruddin, Ketua PD Muhammadiyah Kota Bima Eka Iskandar, Direktur RS PKU dr H Muhammad Ali.A� Hadir juga sejumlah pimpinan daerah Muhammadiyah, organisasi otonom dan amal usaha juga sejumlah peserta lokakarya dan pelatihan.

Pada kesempatan itu, HM Qurais mengatakan mendukung program yang dilaksanakan MDMC Pusat dalam rangka menjadikan rumah sakit dan masyarakat tangguh terhadap bencana.

Qurais juga mengapresiasi aksi MDMC dan warga Muhammadiyah setelah bencana banjir bandang tahun lalu yang membuka pos kesehatan. Padahal kondisi daerah lumpuh total baik sekolah puskesmas dan kantor pemerintah, bahkan RS PKU Muhammadiyah pun terkena dampak banjir.

“Dalam waktu singkat, rumah sakit PKU Muhammadiyah pun kembali beroperasi memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” kata Qurais.Dia berharap lokakarya dan pelatihan ini dapat bermanfaat dalam mentransfer ilmu menghadapi risiko bencana.

Sementara itu Ketua MDMC Pusat dr Rahmawati Husen menuturkan, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) hadir di Bima karena RS PKU Muhammadiyah sebagai salah satu rumah sakit yang terpilih. Program itu fokus pada kesiapsiagaan rumah sakit dan kesiapan masyarakat untuk kedaruratan dan bencana.

“Program ini disebut sebagai program hospital preparedness and community readiness for emergency and disaster (HPCRED),” kata wanita berhijab ini.

Menurutnya, HPCRED atau program kesiapsiagaan rumah sakit dan kesiapan masyarakat untuk kedaruratan dan bencana bertujuan untuk memperkuat rumah sakit Muhammadiyah atau Aisyiyah dan masyarakat di sekitar rumah sakit.

“Ini untuk mempersiapkan menghadapi situasi darurat dan bencana,” katanyta.

Program ini merupakan kerja sama lembaga MDMC PP Muhammmadiyah dengan Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Australia.

Sementara itu Manager Area HPCRED Bima Imran Syafrudin mengatakan, program HPCRED saat ini salah satu sasaran ada di Bima NTB melalui RS PKU Muhammadiyah Bima.

“Sebagai langkah awal, diselenggarakan kegiatan pelatihan rencana penanggulangan bencana rumah sakit bagi tenaga medis. Termasuk lokakarya analisis risiko bencana bagi masyarakat di sekitar rumah sakit,a��a�� katanya.

Pelatihan ini dimaksudkan untuk mengenalkan konsep dasar penanggulangan bencana bagi tenaga medis dan masyarakat di sekitar RS PKU Muhammadiyah Bima. Mulai dari mengidentifikasi ancaman, kerentanan dan kapasitas masyarakat di sekitar rumah sakit.

Kegiatan ini, kata Imran, merupakan rangkaian pendampingan pemberdayaan rumah sakit dan masyarakat tangguh bencana lingkar rumah sakit selama 6 bulan ke depan.

“Pesertanya dari perwakilan tenaga medis RS PKU Muhammadiyah Bima, tenaga medis di Kota Bima, dan perwakilan komunitas lingkar rumah sakit,” katanya. (rul/r4)

Berita Lainnya

IKKB Papua Barat Bantu Korban Gempa

Redaksi LombokPost

Etos Kerja Harus Meningkat selama Ramadan

Pemkot Bima Lanjutkan Perbaikan Infrastruktur Sisa Banjir

Redaksi LombokPost

Miliki Sabu, IRT Diringkus

Ops Ketupat Gatarin 2018 Dimulai

Masih Ditemukan Makanan Kedaluwarsa

Penataan Ama Hami Dilanjutkan

Berkas Ketua PDIP Kota Bima Dilimpahkan ke Kejaksaan

Redaksi LombokPost

KPU Kota Bima Mulai Lipat Surat Suara