Lombok Post
Metropolis

Tidak Bisa Diselamatkan, Bubar!

Kadis Koperasi Perindustrian dan IKM Kota Mataram Yance Hendra Dirra. Wahyu/Lombok Post

MATARAM – Pemkot Mataram menargetkan pembubaran sekurangnya 150 koperasi. Penegasan itu disampaikan Kadis Koperasi Perindustrian dan IKM Kota Mataram Yance Hendra Dirra setelah melakukan serangkaian pemeriksaan.

“Sudah tak bisa diselamatkan lagi, ya ini langkah terakhir,” katanya.

Dijelaskan 150 koperasi itu memiliki masalahnya masing-masing. Ada yang tak lagi memiliki anggota, ada pula yang sudah tak memiliki pengurus. Karena sejumlah masalah internal yang membelit, a�?suntik matia�? menjadi opsi terbaik untuk koperasi-koperasi yang masuk kategori tak aktif tersebut.

Setahun sebelumnya, sudah diajukan proses pembubaran pada 50 koperasi lainnya, dari jumlah itu 49 sudah keluar SK pembubarannya dan segera dieksekusi. “Jadi semuanya sekitar 200 koperasi,” urainya.

Terkait sikap tegas itu, ia mengatakan, sudah berpedoman pada aturan. Saat ini Pemkot Mataram harus memprioritaskan kualitas koperasi ketimbang kuantitas. Harapannya, koperasi-koperasi berkualitas bisa terus didorong untuk tumbuh berkembang.

“Masih banyak koperasi bagus yang bisa kita terus bantu,” ujarnya.

Tercatat ada 600 koperasi di Mataram. Dikurangi 200 yang tak aktif, artinya ada 400 koperasi yang berjalan. Dari jumlah itu, jika kembali disaring, hanya ada 200 saja yang masuk kategori benar-benar aktif.

“Misalnya dia melakukat RAT (Rapat Anggota Tahunan), ada anggota dan pengurus, dan ada yang dikerjakan,” ucapnya.

Keberadaan Koperasi lanjutnya sangat penting. Koperasi menurut Yance, sebenarnya solusi untuk membangun ekonomi masyarakat. Dia mencontohkan di negara-negara maju, banyak yang menerapkan pola serupa. Hasilnya, anggota bisa sejahtera.

“Itu yang harus kita dorong,” katanya mantap.

Mendirikan koperasi di pasar-pasar tradisional di Mataram kini menjadi targetnya. Selain untuk mencegah bank subuh menggerogoti pedagang, koperasi diharap bisa meningkatkan kesejahteraan pedagang yang bergabung.

“Di koperasi itu bisa ambil barang, bisa dapat pinjaman juga,” contohnya. (yuk/r3)

Berita Lainnya

Liburan ke Pantai Penghulu Agung Ampenan Juga Asyik Loo..!!

Redaksi LombokPost

Hasil Produksi Langsung Dibeli Pengusaha

Redaksi LombokPost

DBD Bisa Jadi Ancaman Serius Pengungsi

Redaksi Lombok Post

Ahyar Tidak Puas dengan Hasil CPNS

Redaksi Lombok Post

PLN Luncurkan Layanan Satu Pintu

Redaksi Lombok Post

Hanya Ngebut di Depan Jokowi, Perbaikan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi Lombok Post

Nuril pun Menangis, Aksi Bela Nuril Terus Mengalir

Redaksi Lombok Post

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost