Lombok Post
Kriminal

Jaksa Klarifikasi Tim Teknis

PROYEK CABAI: H Sairi nampak berjalan menuju parkiran motor di belakang Kantor Kejati NTB, kemarin (27/2). Penyidik intelijen Kejati NTB kemarin melakukan klarifikasi terhadap dua pegawai Dinas Pertanian, Kelautan, dan Perikanan Kota Mataram terkait proyek cabai di instansi tersebut. DIDIT/LOMBOK POST

MATARAM – Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB terus mendalami dugaan penyimpangan proyek peningkatan produksi dan nilai tambah hortikultura di Dinas Pertanian, Kelautan, dan Perikanan Kota Mataram. Kemarin (27/2), jaksa melakukan klarifikasi terhadap tiga orang dari intansi tesebut.A�Tiga orang tersebut, yakni Kabid Pertanian Fahrurrozi, Koordinator Penyuluh H Sairi, dan stafnya Herman. Namun dalam klarifikasi kemarin, penyidik intelijen Kejati NTB baru melakukannya terhadap dua nama terakhir.

Kabid Pertanian Distan NTB Fahrurrozi yang ditemui di Kejati NTB mengatakan, dirinya benar dipanggil jaksa. Hanya saja, kedatangannya kemarin belum memberikan keterangan secara resmi.A�a�?Benar terkait program cabe 2016, tapi belum dimintai keterangan secara resmi, jadwal saya diundur,a�? kata dia.

Menurut Fahrurrozi, pemanggilan jaksa terkait kapasitasnya sebagai tim teknis dalam proyek itu. Dia bertugas antara lain melakukan verifikasi kebutuhan kelompok dan nama kelompok.A�a�?Itu sedang kita laksanakan,a�? aku dia.

Sementara itu, dua orang lainnya, yakni H Sairi dan Herman, dilakukan klarifikasi pukul 09.00 Wita hingga 13.00 Wita.A�Ditemui usai proses klarifikasi, keduanya enggan berkomentar panjang.A�a�?Kami cuma dimintai keterangan saja,a�? kata Herman singkat.

Terpisah, juru bicara Kejati NTB Dedi Irawan membenarkan jika jaksa melakukan klarifikasi terhadap pihak dari Dinas Pertanian Kota Mataram. Namun dia tidak bisa memberikan keterangan lebih lanjut, sebab prosesnya masih di tahap pengumpulan bahan keterangan (pulbaket).A�a�?Benar ada, tapi saya tidak bisa komentar lebih jauh,a�? kata dia.(dit/r2)

Berita Lainnya

Buron Pembegalan Wisatawan Tertangkap di Sekotong

Redaksi LombokPost

Lagi, Pelajar di Lombok Tengah Terseret Kasus Narkoba

Redaksi LombokPost

Ombudsman RI Pantau Kasus Buku Kemenag

Redaksi LombokPost

Dana Rehabilitasi Sekolah Melonjak Rp 1,2 Miliar

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Gubernur Yakin Kemampuan Brimob

Redaksi LombokPost

Polda Kantongi Data Baru Kasus Pengadaan Buku Madrasah

Redaksi LombokPost

Berkas Banding Merger BPR Dilimpahkan

Redaksi LombokPost

Utamakan Langkah Preventif

Redaksi LombokPost