Lombok Post
Metropolis

Pajak Lahan “Telantar” Akan Dinaikkan

Wakil Gubernur NTB H Muhammad Amin Dok

MATARAMA�– Tidak banyak perubahan yang terlihat di Pantai Kuta, Lombok Tengah setelah diresmikan Wakil Presiden Jusuf Kala sebagai KEK Mandalika Resort pada Desember 2015 lalu.

Berbagai permasalahan justru muncul. Mulai dari pembebasan lahan hingga ketidakseriusan investor menjadi kendala dalam menggarap proyek besar tersebut.

Wakil Gubernur NTB H Muhammad Amin mengatakan, investor tidak menjalankan apa yang menjadi hajat awal mereka. Hingga saat ini, dikatakan Amin, tidak banyak perubahan yang dilakukan investor.

Padahal Pemprov NTB sudah memberi regulasi untuk kenyamanan bagi para investor. “Kami adalah daerah yang sangat ramah, segala upaya kita lakukan untuk kenyamanan investor,” katanya saat menerima reses Komisi II DPR RI di kantor Gubernur NTB, kemarin (27/2).

Amin menganggap ketidakseriusan investor ini sebagai satu masalah besar. Bagaimana tidak, investor yang awalnya memiliki rencana besar dalam membangun pariwisata NTB, justru tidak menggarap apa-apa.

A�Bukan hanya di KEK Mandalika, namun investor di luar proyek tersebut juga banyak yang tidak menunjukkan keseriusannya. Sehingga, tidak sedikit tanah yang telantar.

“Dan bisa saja suatu hari tanah ini menjadi sengketa berkepanjangan, mengingat sudah banyak kasus serupa yang terjadi sebelumnya,” keluhnya.

Menurut Amin, regulasi untuk menaikkan pajak tanah kosong bisa menjadi salah satu pemecahan masalah ini. Pihaknya sangat mendukung regulasi tersebut agar investor lebih menunjukkan keseriusannya dalam membangun NTB.

Bahkan ia menyebutkan setuju jika tanah kosong dipagari dengan pajak tinggi. “Ini kaitannya dengan investor yang serius, kami sangat setuju dengan regulasi ini terutama di KEK Mandalika,” tegasnya. (van/r7)

Berita Lainnya

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost

Hindari Berkendara Saat Hujan Lebat

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost