Lombok Post
Sportivo

Pelatih Top Turun Gunung

MENGAJAR: Mantan pelatih klub basket Bima Sakti Arifin Hanasihan mencontohkan cara mendrible bola di Lapangan Basket Bhakti Mulia, beberapa waktu lalu. HARLI/LOMBOK POST

MATARAM – Nama mantan pelatih basket Arifin Hanasihan saat ini hampir tak terdengar lagi. Padahal pada era 1994-1998, pelatih asal Palembang itu membuming, terutama saat menangani klub basket Bima Sakti di kancah Indonesia Basket League (IBL).

Meski sempat membawa klub basker melejit, namun pada 1998 dia mengundurkan diri sebagai pelatih klub tersebut karena ada persoalan internal. Sejak saat itu, dirinya tidak lagi memegang kursi kepelatihan tim basket di kancah nasional.

Pria kelahiran 12 November 1996 itu kini kembali menitik karir kepelatihannya di NTB. Dengan modal lisensi kepelatihan A2, dia dipercaya Pengprov Persatuan Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) NTB untuk menjadi tutor penataran pelatih beberapa waktu lalu.

a�?Keinginan saya untuk menjadi pelatih kembali hidup setelah melihat antusias para pelatih di NTB mengikuti penataran,a�? kata Arifin Hanasihan kepada Lombok Post, Sabtu (25/2).

Dia mengaku, pihaknya baru tiga bulan menginjakkan kaki di NTB. Arifin akan membagikan ilmunya kepada rekan-rekan pelatih di NTB, agar kualitas mereka lebih bagus lagi. a�?Kedatangan saya ke sini sebenarnya bekerja. Tapi, karena Perbasi NTB meminta, ya saya bersedia untuk membagi pengalaman kepada pelatih di NTB,a�? jelasnya.

Dengan adanya penataran, dia pun menjadikannya sebagai wadah untuk berbagi ilmu. a�?Saya bisa dengan mudah memberikan ilmunya melalui penataran seperti ini,a�? terangnya.

Dia melihat, potensi pemain basket yang dimiliki NTB tidak kalah dengan daerah lainnya. Postur dan skill hampir sama. a��a��Hanya saja kurang jam terbang tanding,a�? jelasnya.

Menurutnya, di NTB sendiri belum ada event berkualitas, khususnya yang mengarah kepada ke pembinaan atlet secara berkelanjutan. a�?Di sini sekali mengadakan event, ya berakhir sampai di situ saja. Tidak ada pemain bagus yang dibina oleh Perbasi,a�? ujarnya.

Permasalah dan kendala seperti itu, sudah dia bicarakan dengan Ketua Pengprov Perbasi NTB Alfin Loe. Rencananya, usulannya itu akan coba diterapkan supaya perkembangan olahraga basket di NTB lebih maju.

Rencananya, pihaknya akan mempersiapkan pemain basket berdasarkan kelompok umur (KU). Dari KU 12,14,16, dan 18. a�?Para pemain itu akan kita lihat dari hasil beberapa kompetisi,a�? bebernya.

Menurutnya, pembinaan atlet basket seharusnya dilakukan dengan pembinaan berkelanjutan. Bukannya mempersiapkan dengan cara instan. a�?Itu yang akan coba kita kembangkan kedepan,a�? ujarnya.

A�Pemerintah dan seluruh pecinta olahraga basket harus berkoordinasi dengan kuat. Dengan demikian, pembibitan hingga pembentukan atlet bisa dilakukan. a�?Tidak menutup kemungkinan kedepan ada pemain asal NTB yang memperkuat tim IBL,a�? Imbuhnya. (arl/r10)A�A�A�

Berita Lainnya

Selangkah Lagi Timnas U-19 Ke Piala Dunia

Redaksi Lombok Post

Huswatun Cetak Sejarah, Petinju Putri Pertama RI Raih Medali Asian Games

Redaksi Lombok Post

Zohri : Saya Nggak Percaya Bisa Juara

Prancis Fantastis! Juara Dunia setelah Tumbangkan Kroasia 4-2

Banjir Hadiah Menanti Zohri

Zohri, Sprinter Pertama Indonesia yang Menjadi Juara Dunia

AS Roma Butuh Keajaiban Kedua

Redaksi LombokPost

Chilena Ronaldo Seindah Puisi

Redaksi Lombok Post

NTB Layak Jadi Tuan Rumah PON 2024

Redaksi Lombok Post