Lombok Post
Selong

Dinas LHK Ajak Warga Bersihkan Sampah

GOTONG ROYONG: Sejumlah warga bersama petugas Dinas LHK saat membersihkan sampah yang ada di belakang Universitas Hamzanwadi Selong Lotim kemarin (28/2) sebagai rangkaian dari acara Hari Peduli Sampah Nasional. TONI/LOMBOK POST

SELONGA�– Banjir yang terjadi di sejumlah wilayah Lombok Timur (Lotim) kerap disebabkan saluran drainase yang mampet akibat tumpukan sampah. Untuk itu, memperingati Hari Peduli Sampah Nasional, Dinas Lingkungan Hidup Lotim kemarin (28/2) melaksanakan gotong-royong membersihkan saluran drainase di sejumlah wilayah perkotaan Selong.

a�?Semangat bergotong royong di masyarakat kini mulai pudar. Untuk itu, ini harus dihidupkan kembali dan perlu keterlibatan masyarakat berpartisipasi khususnya menangani masalah sampah ini,a�? kata Kepala Dinas LHK Lotim, Mulki.

Sebanyak 322 personel Dinas LHK didukung 45 Personil TNI Kodim 1615 Lotim, anggota BEM Universitas Hamzanwadi, Pecinta Alam, Sat Pol PP, BPBD, Camat Selong, lurah serta warga lainnya terlibat. Mereka A�bahu membahu membersihkan sejumlah sampah yang ada di kawasan Selong.

Dimulai sekitar pukul 07.30 Wita depan kantor Dinas LHK, mereka bersama-sama menyusuri sejumlah jalan yang ada di wilayah perkotaan. Ada juga warga yang hanya terlibat membersihkan saluran drainase di depan rumahnya. Bahkan, di wilayah Beremis Selong, warga dipanggil melalui pengeras suara masjid untuk turut serta membersihak saluran drainse yang tertutup sampah dan tanah.

a�?Soalnya kalau sudah hujan, pasti air meluap membawa sampah ke jalan. Akibatnya, pemukiman kami terlihat sangat kotor dan jorok,a�? kata Ari, salah seorang warga Bremis.

Per hari, sampah yang dihasilkan di Kecamatan Selong mencapai 30 kubik. Ironisnya, masih banyak warga kota yang masih belum sadar pentingnya membuang sampah pada tempatnya. Beberapa warga menjadikan saluran drainase sebagai bak sampah. Sehingga, ketika hujan turun, kerap terjadi banjir.

a�?Kami juga mengimbau warga agar bisa menjadikan sampah itu bermanfaat dengan 3R yakni Reuse, Reduce dan Recycle. Sampah bisa dimanfaatkan jadi pupuk atau didaur ulang kembai sehingga memiliki nilai ekonomis,a�? ucap Mulki.

Selain menyorot masalah sampah, Mulki juga menyorot masalah saluran drainase hingga yang tak terawat. Parahnya, banyak saluran yang tersumbat karena di atasnya berdiri bangunan permanen.

A�a�?Ini akan menjadi perhatian kami dan akan kami tertibkan. Meskipun leading sektornya Dinas PU, kami akan bertindak lebih dulu kalau ini demi kemaslahatan masyarakat,a�? tandasnya.

A�a�?Dalam dua tiga hari ke depan kami akan bertindak. Kami akan mengajak pihak TNI-Polri hingga Sat Pol PP yang tergabung dalam tim penertiban. Mulai dari wilayah perkotaan Selong,a�? janjinya. (ton/r2)

Berita Lainnya

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Memahami Potensi Pemuda

Redaksi LombokPost

IGI Pertanyakan Kebijakan Sukiman

Redaksi LombokPost

26 Oven Untuk Petani Tembakau Lotim

Redaksi LombokPost

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

4564 Honorer Lotim Akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Akhirnya Darmaga Labuhan Haji Dikeruk Juga!

Redaksi LombokPost

Ditilang, Siswa Madrasah Nangis Minta Pulang

Redaksi LombokPost

SKD Selesai, Banyak Formasi CPNS Lowong

Redaksi LombokPost