Lombok Post
Bima - Dompu

Harus Kantongi 10.435 e-KTP

BLUSUKAN :Satu-satunya bakal calon wali kota/wakil wali kota yang sudah deklarasi Iman Soryo Wibowo didampingi ibunya Hj Zazilah blusukan ke Pasar Amahami Kota Bima, Selasa (28/2). Yety/ Radar Tambora

KOTA BIMA a�� Bagi calon wali kota/wakil wali kota Bima yang akan maju melalui jalur perseorangan (independen) harus menyiapkan 10.435 e-KTP. Jumlah itu setara 10 persen dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilpres 2014 di Kota Bima.

Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Bima Bukhari pada Radar Tambora, Senin (27/2) menyebutkan, jumlah DPT di Kota Bima pada Pilpres 2014 sebanyak 104.350 orang.A� Jumlah dukungan untuk bakal calon independen sebanyak 10.435 itu harus berupa KTP elektronik atau e-KTP. KTP itu bukan milik anggota TNI, Polri, PNS, anggota dan pegawai KPU, serta penyelenggara dan pegawai penyelenggara pilkada.

a�?KTP yang akan dikumpulkan calon perseorangan harus melalui tahapan perekaman yang dilakukan oleh Dukcapil. Atau surat keterangan yang diterbitkan oleh Dukcapil Kota Bima,a�? beber Bukhari.

Menurut Bukhari, KTP eleketronik yang dikumpulkan pasangan bakal calon independen terlebih dahulu akan dilakukan verifikasi faktual oleh KPU. Namun tetap berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Bima.

a�?Untuk data pemilih KPU tidak bekerja sendiri. Tetapi dibantu oleh Dukcapil, karena urusan daftar pemilih merupakan tanggung jawab Dukcapil,a�? tegasnya.

Dijelaskan Bukhari, sejauh ini ada dua pasangan bakal calon wali kota dan wakil wali kota Bima yang berkunjung ke KPU. Mereka datang untuk konsultasi tentang regulasi dan formulir yang diperlukan dalam pengumpulan dokumen dukungan. Pasangan calon itu diberikan penjelasan tentang UU No 1 Tahun 2015, diubah menjadi UU No 10 Tahun 2016 dan Peraturan KPU No 9 Tahun 2015. Kemudian Peraturan KPU No 5 tahun 2015 dan Peraturan KPU No 12 Tahun 2015. Serta peraturan KPU No 9 Tahun 2016 tentang Pencalonan Kepala Daerah, Gubernur, Wali Kota dan Bupati dalam Pilkada.

a�?Bakal calon pasangan Subhan dan Iman sempat mendatangi KPU dan kami sudah memberikan penjelasan sesuai dengan aturan yang ada. Bakal calon pasangan lain yang mendatangi KPU adalah H Sutarman,a�? ujar pria yang akrab disapa Bob ini.

Bukhari berharap bagi tokoh masyarakat yang ingin berkompetisi dalam pesta demokrasi di Kota Bima tahun 2018 mendatang agar menyiapkan diri sedini mungkin. Mereka harus melakukan koordinasi serta komunikasi yang intens dengan KPU agar menyiapkan kelengkapan dokumen lebih awal.

a�?Kami mengimbau agar tokoh masyarakat baik yang ada di Kota Bima maupun di luar Kota Bima yang ingin maju dalam pilkada nanti agar mempersiapkan diri lebih awal,a�? pungkasnya.

Sementara itu, bakal calon wakil wali kota Iman Soryo Wibowo optimis bisa mengumpulkan dukungan KTP. Saat ini, tim pemenangan AMAN, akronim dari Subhan a�� Iman, sudah menerima ribuan dukungan KTP. Ada yang datang sendiri menyerahkan, ada juga yang dijemput oleh tim.

Selain mengumpulkan KTP, pasangan AMAN juga rajin blusukan ke kampung-kampung. Kemarin (28/2), Iman blusukan ke Pasar Amahami. Dalam blusukan kali ini, dia didampingi ibunnya Hj Zazilah atau yang biasa disapa Umi Zazilah. Blusukan kali ini dimanfaatkan Iman untuk A�mengenalkan dirinya ke pedagang yang ada di Pasar Amahami.

Dalam blusukan ini, Iman menyusuri seluruh areal pasar untuk memperkenalkan diri. Dia berbincang a�� bincang dengan pedagang di lokasi tersebut. Iman juga meminta doa dan dukungan para pedagang. Dia mengenalkan diri sebagai calon independen.

Dalam kegiatan blusukan kali ini, Umi Zazilah terlihat membawa serta stiker yang ada foto anaknya. Sembari menjelaskan bahwa anak ketiga dari tiga bersaudara itu berencana akan tampil dalam Pilkada Kota Bima 2018 mendatang.

a�?Mohon doanya untuk hajatan putra saya ini. Semoga apa yang dicita a�� citakan terwujud,a�? ujar Umi Zazilah sembari membagikan stiker ke pedagang.

Kesempatan itu juga dimanfaatkan oleh Iman untuk mencari tahu apa yang dibutuhkan pedagang di Pasar Amahami. Iman berusaha menggali permasalahan yang dihadapi para pedagang setelah dipindahkan ke Pasar Amahami.

Ibu Aulia, 42 tahun, pedagang sayur di Pasar Amahami mengaku pendapatannya berkurang setelah mereka berjualan di Pasar Amahami. Lokasi pasar jauh dari tempat tinggal pembeli. Aktivitas jual beli hanya sampai siang hari.

a�?Penghasilan kami menurun selama pindah ke sini,a�? ujar Aulia saat berbincang dengan Iman.

Usai berbincang a�� bincang dengan pedagang, pada Radar Tambora (Lombok Post Group) Iman mengatakan blusukan merupakan cara tepat untuk memperkenalkan diri. Cara ini lebih mendekatkan dirinya dengan masyarakat yang ada di Kota Bima.

a�?Bagi saya cara seperti ini akan lebih efektif dan efesien. Saya akan memanfaatkan drone sebagai sarana menunjang aktivitas saat berkunjung dan bersilaturahmi dengan warga Kota Bima,a�? ujar pria yang berusia 31 tahun ini.(yet/r4)A�

A�

Berita Lainnya

IKKB Papua Barat Bantu Korban Gempa

Redaksi LombokPost

Etos Kerja Harus Meningkat selama Ramadan

Pemkot Bima Lanjutkan Perbaikan Infrastruktur Sisa Banjir

Redaksi LombokPost

Miliki Sabu, IRT Diringkus

Ops Ketupat Gatarin 2018 Dimulai

Masih Ditemukan Makanan Kedaluwarsa

Penataan Ama Hami Dilanjutkan

Berkas Ketua PDIP Kota Bima Dilimpahkan ke Kejaksaan

Redaksi LombokPost

KPU Kota Bima Mulai Lipat Surat Suara