Lombok Post
Metropolis

Jangan Lupakan Korban Banjir Bima!

BENCANA: Wakil Ketua DPD RI Farouk Muhammad (tengah) memimpin pertemuan dengan kementerian terkait banjir Bima di Jakarta, kemarin (28/2). Ist/Lombok Post

JAKARTAA�– Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI menggelar pertemuan konsultatif dengan pemerintah pusat terkait penanganan banjir Bima.

Pertemuan ini digagas Wakil Ketua DPD RI Farouk Muhammad dalam upaya memfasilitasi kebutuhan masyarakat dan pemerintah daerah dengan berbagi program pemerintah pusat terkait bencana alam.

Dalam kesempatan itu hadir perwakilan dari Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Sosial, Kementerian Pertanian, Kementerian Lingkungan Hidup dan kehutanan.

Selain itu juga hadir, Kepala BPBD MTB H Muhammad Rum, perwakilan Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Lombok Timur dan Kabupaten Bima.

Wakil Ketua DPD RI Farouk Muhammad dalam keterangan persnya, mengatakan pihaknya ingin melakukan inventarisasi berbagai masalah yang timbul akibat banjir bandang Bima beberapa waktu lalu.

Dampak Banjir di Kabupaten Bima tercatat telah menyebabkan 608 jiwa terdampak di tiga kecamatan dan 134 jiwa mengungsi.

Farouk menjelaskan, selama ini program bantuan bencana dari pemerintah sudah cukup baik, namun masih ada beberapa kendala distribusi dan alokasi yang belum sesuai karena koordinasi yang belum maksimal dengan pemerintah daerah.

Senator asal NTB ini mengatakan, beberapa waktu lalu ia kunjungan kerja (kunker) ke Bima dan Sumbawa. Selain mendapatkan perkembangan terkini terkait kondisi pascabanjir, dia juga mendapatkan aspirasi dari warga dan petani di daerah tersebut.

Terutama mengenai kondisi tanaman padi yang mengalami kerusakan parah. Padahal, kondisi padi yang terendam tersebut sudah akan dipanen.

Saat ini selain kekurangan benih, juga telah menyebabkan sebagian besar masyarakat yang hanya menggantungkan hidupnya dari sektor pertanian turut terancam.

Terkait penanganan lahan pertanian yang mengalami gagal panen, Kementerian Pertanian telah menyiapkan program bantuan benih sejumlah sawah yang terdampak.

Adapun untuk program rawan pangan. Kementerian Sosial telah menggelontorkan program bencana dengan jumlah total sebesar Rp 6 miliar yang terdiri atas bantuan logistik, bantuan jaminan sosial dan bantuan sosial. (ili/r7)

Berita Lainnya

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost

Hindari Berkendara Saat Hujan Lebat

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost