Lombok Post
Headline Metropolis

Ini Kartu untuk Anak Kos

TUNJUKKAN: Lurah Pagesangan Barat, L Sweta Arif menunjukkan model kartu dan blangko pembuatan kartu identitas sementara, di kantornya, kemarin (28/2). Ferial/Lombok Post

MATARAM – Kelurahan Pagesangan Barat memberlakukan kartu identitas penduduk sementara bagi para pendatang. Hal ini dilakukan mengingat rawannya masalah sosial terjadi di kos-kosan.

“Kita punya aplikasi khusus rumah pondokan. Ini sebagai langkah pengawasan dari pihak kelurahan,a�? kata L Sweta Arif, Lurah Pagesangan Barat, kemarin (28/2).

Ia menuturkan, kartu tersebut menyerupai KTP-el saat ini. Hanya saja kartu identitas tersebut hanya berlaku di wilayah kelurahan Pagesangan Barat. Seperti untuk mengurus surat keterangan kelakuan baik dan lainnya.

“Jadi mereka cukup memperlihatkan kartu tersebut dan petugas sudah tau karena sudah terdata,a�? jelasnya.

Menurut Arif hal ini mempermudah penghuni kos atau pondokan saat mengurus keperluan di Kota Mataram. Mereka tidak perlu lagi melampirkan surat keterangan pindah domisili dari daerah asal.

Disamping itu, kartu tersebut menjadi bukti mereka tinggal di Kelurahan Pagesangan Barat. “Kita siasati dengan kartu identias sementara,a�? sambungnya.

Ia melanjutkan, kartu ini hanya berlaku selama satu tahun pondokan. Penghuni pondokan dapat memperpanjangnya kembali jika masih ingin menetap di pondokan tersebut.

Sementara untuk pembuatannya sendiri, pihak kelurahan bekerja sama dengan pihak ketiga. Sebab kelurahan tidak memiliki anggaran untuk hal tersebut. Suplay mulai dari blangko hingga percetakan dilakukan oleh pihak ketiga.

Pihak kelurahan tidak melakukan penarikan apapun. Semua biaya pengurusan kartu identitas sementara dibayarkan langsung penghuni pondokan pada pihak ketiga tersebut. Pihak kelurahan hanya memberikan pengesahan terhadap kartu tersebut.

a�?Sebab jika ada biaya, jatuhnya ke pungli,a�? pungkasnya.

Arif mengatakan, pemberlakuan kartu identitas sementara tersebut juga menghindari terjadinya tukar posisi penghuni. Penghuni pondok pindah sementara masa pondokan masih lama. Kemudian meminta teman atau keluarganya untuk menggantikan posisinya.

a�?Pemilik pondokan sendiri tidak tahu kalau mereka tukar posisi. Nah ini yang ingin kita hindari,a�? akunya.

Ia menambahkan, kartu ini juga mempermudah pemilik pondok dalam menindak penghuni nakal. Sebab saat pembuatannya disertai dengan surat pernyataan penghuni pondokan. Dalam surat pernyataan tersebut penghuni siap ditindak tegas tanpa menuntut ganti rugi.

“Itu ditanda tangani langsung oleh penghuni dan pemilik pondok dengan materai enam ribu. Jadi tidak main-main,a�? kata Arif.

Hal tersebut sengaja dilakukan mengingat banyaknya pelanggaran yang dilakukan penghuni pondok. Banyak penghuni yang telah diusir akibat melakukan pelanggaran aturan yang telah dibuat pemilik pondokan.

Salah satunya di lingkungan Kekalik Baru. Di lingkungan tersebut sebagian besar merupakan kawasan pondokan, khususnya pondokan mahasiswa. Mereka melanggar awik-awik yang dibuat pemilik pondokan.

a�?Tapi yang diusir itu yang tidak buat kartu ini. Kalau penghuni yang sudah punya, rata-rata lebih berhati-hati dan menaati peraturan,a�? tuturnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Mataram H Ridwan mengatakan, penerapan metode tersebut sangat bagus. Terlebih lagi untuk mencatat penduduk non permanen di Kota Mataram. a�?Oh itu sangat bagus,a�? pujinya.

Ia mengatakan hal tersebut bukanlah ranah Dukcapil. Hal ini menjadi kewenangan pihak lingkungan masing-masing. Pengadaan kartu tersebut sebagai alat deteksi dan kendali terhadap siapa pun penghuni non permanen. Terlebih lagi di Kota Mataram banyak terdapat pendatang setiap tahunnya.

Hal ini juga sesuai dengan Permendagri nomor 14 tahun 2015 tentang kependudukan non permanen. Hal tersebut dinilai dapat mengendalikan beragam masalah sosial, terorisme, narkoba dan lainnya. “Kami juga akan turun mendata nantinya,a�? aku Ridwan. (fer/r5)

Berita Lainnya

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

Penyeberangan di Pelabuhan Lembar Molor

Redaksi LombokPost

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost

Hindari Berkendara Saat Hujan Lebat

Redaksi LombokPost

Polres Loteng Siap Bersinergi Dengan Media

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost