Lombok Post
Ekonomi Bisnis

Kerupuk Ikan Cap Pulau Lombok Siap Bersaing

SIAP BERSAING: Hendrik pemilik bisnis kerupuk ikan memperlihatkan produknya kepada wartawan kemarin (1/3). Edy Gustan/Lombok Post

MATARAM – Nelayan boleh kebingungan lantaran tidak bisa melaut. Tapi tidak dengan usaha kerupuk ikan cap Pulau Lombok. Bisnis kerupuk ini tetap lancar berprduksi, meski sehari membutuhkan ikan mencapai 20 kilogram ikan.

Hendrik pemilik bisnis krupuk mengaku peminat kerupuk ikan sangat tinggi. Bagaimana tidak, hampir semua rumah makan dan warung bakso di Kota Mataram memesan kerupuk ikannya. Tapi tidak jarang pedagang yang menolak produknya dengan alasan keterbatasan tempat.

a�?Sekali produksi sekitar 70 kilogram kerupuk dengan kebutuhan 20 kilogram ikan,a�? kata Hendrik kepada Lombok Post kemarin.

Dia mengemas kerupuknya dengan dua varian yakni kemasan isi lima kerupuk dan tiga kerupuk. Tentu masing-masing punya ukuran yang berbeda dengan harga yang berbeda pula. Untuk varian berisi lima kerupuk dihargakan Rp 3500 dan isi tiga kerupuk seharga Rp 2500.

Hendrik pun menerapkan sistem manajemen yang baik untuk mengontrol produknya. Tidak jarang dia berkeliling sendiri untuk mengantarkan kerupuknya ke pelanggan. Pria atletis ini pun membuat box berukuran besar berbahan fiber untuk tempat kerupuknya. Box itu dibawa dengan mobil pikap untuk menghindari panas.

a�?Kalau terkena panas bias-bisa cap pada plastik kerupuk masuk ke kerupuknya,a�? papar dia.

Tidak hanya itu, Hendrik juga sangat menjaga kualitas produknya. Sekaligus memberikan pelayanan yang baik bagi seluruh pelanggannya. Dia mencontohkan untuk produk kerupuk yang tidak terjual selama sembilan hari A�langsung ditarik dari pasaran.

Tidak sedikit limbah kerupuk yang tidak terjual tersebut. Seluruhnya di buang agar tidak merugikan masyarakat. Sementara kerupuk yang layak konsumsi diberikan kepada siapa saja. Pria asli Bangka Belitung ini pun punya prinsip bisnis tersendiri. Jika umumnya pebisnis akan menukar produk yang rusak, tapi tidak begitu dengan Hendrik.

Dia justru segera menukar produk yang belum kedaluarsa meskipun masih layak konsumsi. Itu dilakukan untuk memberikan kesan tersendiri bagi konsumennya. Ke depannya, Hendrik ingin mengembangkan bisnisnya dengan cara masuk pasar modern.

a�?Tapi saya akan membuat tempat tersendiri yang praktis dan ekonomis sehingga tidak membebani pemilik ritel,a�? papar dia.

Hendrik yakin produknya akan tembus pasar di luar Lombok. Jika saat ini masih beredar di sekitar Kota Mataram, dia berupaya dapat diterima oleh masyarakat di Pulau Sumbawa dan sejumlah kabupaten lainnya di Pulau Lombok. Pihaknya juga terus memperbarui kemasannya sehingga benar-benar menarik bagi konsumen.

Kerupuk cap Pulau Lombok juga membuka peluang bisnis bagi masyarakat. Terutama mereka yang sudah memiliki bisnis kuliner. Rasa kerupuk tersebut juga tidak kalah dibandingkan dengan kerupuk ikan pada umumnya. Termasuk kerupuk ikan yang berasal dari daerah lainnya di luar NTB. (tan/r3)

Berita Lainnya

ILBB-Ancora Foundation Bantu Korban Gempa Lombok

Redaksi Lombok Post

Bank Mandiri-Hiswana Migas-Pertamina Jalin Kerjasama

Redaksi Lombok Post

Soft Opening Jannah Tour and Travel Meriah

Redaksi LombokPost

Masyarakat Didorong Gunakan Produk Lokal

Redaksi LombokPost

FWD Life Resmi Hadir di Lombok

Redaksi Lombok Post

Golden Palace Hotel Dikunjungi Wakil Duta Besar Australia

Redaksi Lombok Post

BI Sosialisasi Kartu GPN di Kota Bima

Redaksi Lombok Post

Distribusi Kartu Berlogo GPN Dekati Target

Redaksi LombokPost

Avian Brands Peduli Bangun Kembali Lombok

Redaksi Lombok Post