Lombok Post
Metropolis

Mohan Minta Pejabat Kooperatif

BERMASALAH: Seorang petani tengah memanen cabainya, belum lama ini di kawasan pertanian lingkar utara, Mataram. Dok/Lombok Post

MATARAM – Dugaan penyimpangan proyek peningkatan produksi dan nilai tambah hortikultura di Kota Mataram melalui Dinas Pertanian (sebelumnya Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan) mendapat perhatian dari Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana. Mohan meminta pejabat teknis terkait, kooperatif pada langkah-langkah pemeriksaan oleh aparat penegak hukum.

“Teman-teman pejabat yang dimintai konfirmasi masalah ini ya harus kooperatif,a�? kata Mohan.

Sikap ini sebagai bentuk menghormati hukum.A� Memberikan keterangan sesuai dengan yang diperlukan. Bila dimintai data-data terkait proyek, bisa segera diberikan. Sehingga, aparat dapat melihat lebih jernih. Ada atau tidak persoalan di dalam pengadaan benih cabai dan fasilitas penunjangnya.

“Karena ini sudah jadi atensi aparat penegak hukum, ya harus dijalani proses itu,a�? sambungnya.

Sebelumnya, tiga orang dari Dinas Pertanian antara lain, Kabid Pertanian Fahrurrozi, Koordinator Penyuluh H Sairi dan stafnya Herman dimintai keterangan. Namun dalam klarifikasi kemarin, penyidik Kejati NTB baru melakukan pada dua nama terakhir.

Kabid Pertanian Dinas Pertanian Fahrurrozi yang ditemui di Kejati NTB mengatakan, dirinya benar dipanggil jaksa. Hanya saja, kedatangannya kemarin (28/2) belum memberikan keterangan secara resmi.

“Benar terkait program cabai 2016, tapi belum dimintai keterangan secara resmi, jadwal saya diundur,a�? kata dia.

Di hari pemeriksaan, Kepala Dinas Pertanian H Mutawalli, saat dihubungi melalui telepon belum bisa menjelaskan persoalan ini. Saat itu dirinya mengaku sedang mendampingi Wali Kota dalam satu kegiatan. “Saya sedang dampingi pak Wali ini,a�? kata Mutawalli.

Tetapi selang beberapa waktu kemudian, saat dihubungi, Mutawalli tidak menjawab panggilan. Pesan singkat yang di tujukan ke nomornya, juga tidak dibalasnya. (zad/dit/r5)

Berita Lainnya

Target Diprediksi Meleset!

Redaksi LombokPost

Kurang Perhatian, Sungai Ancar Meluap

Redaksi LombokPost

SPSI Usul UMK Rp 2,13 Juta

Redaksi LombokPost

Rumah Belum Jadi, Tenda Kemasukan Air

Redaksi LombokPost

Pasca Gempa, BPS Belum Keluarkan Data Kemiskinan

Redaksi LombokPost

Kalau Lagi Mood, Lima Jam Bisa Selesai

Redaksi LombokPost

Jembatan Sungai Jangkuk Longsor!

Redaksi LombokPost

Taksi Online Jangan Parkir Sembarangan!

Redaksi LombokPost

Bantuan Jadup Urung Disalurkan

Redaksi LombokPost