Lombok Post
Metropolis

Pak Dewan, Kembalikan Barang Negara!

ILUSTRASI: Laptop dan dan tablet yang masih dikuasai anggota legislatif Kota Mataram, berpitensi jadi temuan BPK kembali.Lalu Mohammad/Lombok Post

MATARAM – Sumber Lombok Post, memberikan lansiran daftar fasilitas yang berpotensi jadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Totalanya sebanyak 69 unit. Terdiri atas 4 sepeda motor, 37 laptop, 5 notebook dan 23 tablet.

Fasilitas ini tersebar dari tahun 2006 sampai 2011. Semuanya berada di tangan Anggota DPRD dan mantan Anggota DPRD Kota Mataram. “Sampai saat ini, belum dikembalikan,a�? kata sumber ini.

Tidak diketahui secara pasti apa yang mendasari, sehingga kendaraan roda dua sampai beberapa unit barang elektronik ini tidak segera dikembalikan para wakil rakyat itu. Bahkan, barang-barang ini telah menjadi temuan BPK berulang kali dan menjadi beban inventarisasi Pemerintah Kota Mataram.

a�?Ada kemungkinan alat-alat itu diberikan pada anak-anak mereka. Tetapi untuk lebih jelasnya coba tanyakan ke Sekwan, Pak Ketua (DPRD) atau tanya ke Inspektorat,a�? sarannya.

Sayangnya, saat coba dihubungi nomor ponsel Sekwan DPRD Kota Mataram tidak diangkat. Sementara itu, saat dikonfirmasi ke Inspektur Inspektorat Kota Mataram Makbul Maksum, memberi sinyal jika data di atas benar adanya. “Dari mana itu?a�? ujar Makbul berupaya memastikan.

Makbul enggan merinci pasti dan mengkroschek dengan data yang dimilikinya. Ia hanyaA� membenarkan, ada unit motor, laptop, notebook dan tablet sebagai item yang masih dikuasai sejumlah anggota dewan. a�?Bisa jadi. Tapi bisa jadi juga lebih,a�? ujarnya berteka-teki.

Makbul melanjutkan pihaknya saat ini masih terus berupaya mengusahakan agar fasilitas anggota dewan segera dikembalikan. Tingkat penyelesaian disebut juga sudah mencapai 94 persen. Dari total semua temuan yang harus ditelusuri.

LAlhamdulillah, dari upaya kami selama ini tinggal enam persen yang belum dituntaskan. Termasuk laptop itu ya masuk di dalam enam persen ini,a�? terangnya.

Angka ini sudah jauh lebih kecil, jika dibandingan sebelum tim dari inspektorat turun melakukan penelusuran di lapangan. Pihaknya optimis, semua bisa dintuntaskan tepat waktu.

“Kami optimis bisa menuntaskan ini. Saya juga percaya Ketua DPRD dan Sekwan tengah bekerja membantu kami untuk mengembalikan barang-barang ini,a�? tegasnya.

Terpisah, Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Mataram HM Syakirin Hukmi mengaku baru mengetahui adanya fasilitas anggota dewan yang belum dikembalikan. Pihaknya perlu mendalami lebih jauh terkait hal itu. Sebab, ini ada kaitannya dengan tugasnya sebagai Kepala BKD yang mengurusi aset, juga masih baru.

“Nanti saya pelajari dulu, baru saya dengar ini,a�? kata Syakirin.

Hanya saja, ia masih yakin barang-barang itu harusnya masih ada. Pihaknya hanya perlu melakukan penelusuran lebih dalam. Sehingga, kondisi riil dari fasilitas untuk para anggota dewan itu diketahui secara pasti.

Saat ditanya apakah ada kemungkinan jika fasilitas itu hilang, disamakan dengan fasilitas PNS yang hilang? Syakirin mengaku belum mempelajari sejauh itu. Termasuk memasukan kasus fasilitas dewan ini ke dalam Tuntutan Perbendaharaan-Tuntutan Ganti Rugi (TPTGR). Karena, aturan ini hanya berlaku bagi PNS.

“Apakah pejabat seperti anggota dewan ini masuk dalam pejabat negara? Ini yang harus saya pelajari dulu,a�? ujar Syakirin.

Syakirin juga tidak bisa menampik kemungkinan barang-barang itu akan kembali menjadi temuan BPK jika tidak segera diselesaikan. Karena itu dirinya berjanji akan segera mencari solusi untuk permasalahan ini. (zad/r5)

Berita Lainnya

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost

Hindari Berkendara Saat Hujan Lebat

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost