Lombok Post
NASIONAL

Pelanggan 900 VA Naik Lagi 30 Persen

TAMBAH PULSA : Seorang pria memasukkan kode pulsa listrik di kilometer rumahnya di Lingkungan Karang Tapen, Kota Mataram, Selasa (31/1). Ivan/Lombok Post

JAKARTAA�a�� Warga yang masih menggunakan listrik 900 VA harus menyiapkan dana lebih untuk membayar tarif dasar listrik (TDL) bulan depan. Sebab, hari ini (1/3) sudah masuk tahap kedua pencabutan subsidi untuk 18,8 juta pelanggan PLN. Tarif Rp 791 per kWh yang berlaku saat ini akan naik menjadi Rp 1.034 per kWh.

Dirjen Ketenagalistrikan Jarman mengatakan, sesuai Permen 28/2016 tentang Tenaga Listrik yang Disediakan PLN, proses kenaikan masuk tahap kedua. Kenaikannya sama dengan Januari lalu, yakni 30 persen. a��a��Naik mulai besok (hari ini, Red),a��a�� ujarnya kemarin (28/2).

Tarif baru itu berlaku hingga dua bulan ke depan atau Mei. Pada Mei sampai Juni, TDL untuk tegangan 900 VA naik lagi menjadi Rp 1.352 per kWh. Lalu, mulai Juli 2017, tarif jutaan pelanggan 900 VA akan mengikuti mekanisme tariff adjustment 12 golongan.

Kepala Satuan Komunikasi Korporat I Made Suprateka menambahkan, jadwal tahap kedua pencabutan subsidi 900 VA sudah ditetapkan pemerintah. Termasuk tahap ketiga, sampai pelanggan yang dianggap mampu mengikuti tarif nonsubsidi yang naik turun. PLN, kata dia, tinggal melaksanakan aturan itu.

Adanya penyesuaian tarif pelanggan 900 VA tersebut berdampak pada penentuan TDL 12 golongan nonsubsidi. Jika sebelumnya tiap bulan ada penyesuaian tarif baru, kali ini tidak. a��a��Dari permen itu, tarif baru berlaku tiap tiga bulan,a��a�� katanya.

Itu artinya, rumah tangga tegangan 1.300 VA, 2.200 VA, sampai pelanggan bisnis tidak perlu terlalu sering mengkhawatirkan perubahan tarif. Menurut dia, pencabutan subsidi yang berdampak pada naiknya tarif kWh berjalan lancar. Tidak ada evaluasi dari tahap pertama yang menjadi catatan khusus.

Memang, ada beberapa masyarakat yang teriak karena harus membayar TDL 900 VA lebih mahal. Tetapi, sesuai aturan yang ada, prosesnya disampaikan ke Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K). Nanti ada verifikasi lagi apakah klaim yang disampaikan warga itu benar. Jika benar berhak menerima subsidi, tarif yang harus dibayar kembali turun. Warga yang hendak pasang baru dan ingin mendapatkan tarif subsidi juga bisa melapor untuk dikaji kelayakannya.

Direktur Eksekutif Reforminer Institute Komaidi Notonegoro mengungkapkan, kenaikan tarif listrik 900 VA merupakan mekanisme penyesuaian yang ditempuh pemerintah. Dampak kenaikan tersebut sebetulnya tidak terlalu besar jika dibandingkan dengan dampak kenaikan harga BBM. a��a��Memang dibikin floating, tapi sepertinya dampak kenaikannya tidak terlalu besar,a��a�� ujarnya kepada koran ini kemarin.

Kecilnya tekanan akibat kenaikan tarif setrum disebabkan minimnya komponen listrik pada pengeluaran masyarakat. Kontribusi komponen tarif listrik tidak sebesar BBM pada pengeluaran masyarakat sehari-hari. a��a��Dampak yang dirasakan sebetulnya lebih ke harga barang dan jasa yang diproduksi dari listrik sebagai sumber energi. Jadi, sektor industri diprediksi lebih terkena dampak kenaikan tarif tersebut,a��a�� urainya.

Konsumen pemakai listrik golongan 900 VA tidak hanya berasal dari golongan rumah tangga, tapi juga pelaku UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah). Dengan begitu, pada akhirnya dampak kenaikan tarif listrik dapat tecermin dari langkah pelaku usaha yang menaikkan harga produk yang dihasilkan. (dim/dee/c7/oki)

Berita Lainnya

Lion Air JT 610 Bermasalah di Bali, Jatuh di Karawang

Redaksi LombokPost

16 Instansi Belum Umumkan Seleksi Administrasi CPNS

Redaksi Lombok Post

Jokowi Beri Sinyal Subsidi BPJS Kesehatan

Redaksi LombokPost

Tes CPNS Baru untuk Instansi Pusat

Redaksi LombokPost

Pendaftar CPNS Segera Lapor Dukcapil Kalau Data NIK Tidak Muncul Saat Daftar

Redaksi Lombok Post

Separo Kuota CPNS untuk Pendidik

Redaksi Lombok Post

Sampai Jumpa di Guangzhou 2022

Redaksi Lombok Post

Tiga Jamaah Haji NTB Meninggal di Tanah Suci

Redaksi Lombok Post

Busana Adat Warnai Peringatan HUT RI di Istana

Redaksi Lombok Post