Lombok Post
Bima - Dompu

Seleksi PTT Dipersoalkan

PROTES: Pengurus Hakli Bima melayangkan surat protes pada panitia penjaringan PTT daerah. Sadam/Radar Tambora

BIMAA�– Seleksi Pegawai Tidak Tetap (PTT) daerah 2017 dipersoalkan Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan (Hakli) Bima. Selain masalah ditemukannya Surat Tanda Register (STR) palsu, juga disinyalir ada pengalihan peserta ke jurusan lain.

Ketua Hakli Bima M Sidik mengatakan, ada kejanggalan pada seleksi PTT daerah. Untuk formasi tenaga ahli disebut lowong, padahal sebelumnya ada empat peserta yang mendaftar.

”Tenaga sanitarian ahli ini masih lowong, padahal ada yang mendaftar dan dinyatakan lulus administrasi,” katanya.

A�Dia menjelaskan, kejanggalan itu ditemukan karena empat orang jurusan sanitasi ahli dialihkan menjadi penyuluh kesehatan masyarakat.

”Pada kartu tes tertulis peserta penyuluh kesehatan masyarakat. Padahal mereka mendaftar pada sanitasi ahli,” sebutnya.

Dengan kejanggalan itu, tiga anggota HAKLI mengajukan protes pada panitia. Namun, panitia menyarankan untuk menghubungi panitia teknis, yakniA� Rifai, salah satu kepala bidang (Kabid) di Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Bima.

”Saat itu mereka meminta kartu peserta diubah disesuaikan dengan surat lamaran. Tapi, oknum ini malah mengancam tidak akan meluluskan mereka,” terangnya.

A�M Sidik mengaku, kejanggalan itu tidak hanya terjadi saat pengambilan kartu tes. Tetapi berlanjut hingga pada ujian akademik dan wawancara.

A�”Tiga orang anggota ini terpaksa mengikuti tes sesuai keinginan panitia. Sementara satuA� orang tidak ikut tes,” katanya.

Dengan kejanggalan itu tiga anggota HAKLI mengajukan tuntutan. Mereka merasa hak dan rasa keadilan sesuai profesi tidak terakomodir dengan baik.

A�”Masalah ini akan kita persoalkan. Kita akan bersurat hingga ke pusat,” ancamnya.

A�Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Bima H Abdul Wahab mengaku, formasi untuk bidang sanitasi ahli masih lowong. Apakah itu akan direkrut ulang, itu tergantung Dikes.

A�”Masalah ini akan kita konsultasi dengan Dikes, karena ini sifatnya teknis,” ujarnya.

Masalah pengalihan peserta tenaga sanitasi ahli ke penyuluh kesehatan masyarakat, Wahab mengaku tidak tahu. Karena yang memahami urusan teknis adalah panitia dan Dikes.

A�”Nanti kita lihat bersama. Intinya, seleksi PTT sudah selesai,” pungkasnya. (dam/r4)

Berita Lainnya

IKKB Papua Barat Bantu Korban Gempa

Redaksi LombokPost

Etos Kerja Harus Meningkat selama Ramadan

Pemkot Bima Lanjutkan Perbaikan Infrastruktur Sisa Banjir

Redaksi LombokPost

Miliki Sabu, IRT Diringkus

Ops Ketupat Gatarin 2018 Dimulai

Masih Ditemukan Makanan Kedaluwarsa

Penataan Ama Hami Dilanjutkan

Berkas Ketua PDIP Kota Bima Dilimpahkan ke Kejaksaan

Redaksi LombokPost

KPU Kota Bima Mulai Lipat Surat Suara