Lombok Post
Metropolis

Siapkan Petugas Penjaga Sungai

SUSURI SUNGAI: Rombongan Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana saat menyusuri aliran Sungai Jangkuk yang masih bersih di sisi timur Mataram, akhir pekan lalu. ist/Lombok Post

MATARAM – Setelah Pemkot Mataram mengetahui ada sebagian aliran Sungai Jangkuk yang masih bersih, jauh dari sampah dan limbah, kini sebagian yang kadung tercemar harus diperbaiki kondisinya. Salah satu titik awal pencemaran adalah ketika aliran memasuki Kecamatan Selaparang.

“Itu yang saya rencanakan untuk diperbaiki,” kata Camat Selaparang Sudirman, kemarin.

Mantan Lurah Ampenan Selatan ini mengatakan, pola yang bisa dipakai dengan menempatkan petugas khusus. Hal itu pernah dicobanya ketika bertugas di kelurahan sebelum diangkat menjadi camat.

Di Ampenan Selatan, ada tujuh petugas yang berjaga di pesisir pantai, plus tiga lainnya di Kali Gedur. Selain berkewajiban mengangkat sampah yang ada, petugas itu juga diberi kewenangan untuk menegur masyarakat.

“Kalau ada yang kedapatan buang sampah, diingatkan,” katanya mencontohkan pola di Ampenan Selatan.

Hasilnya cukup baik. Masyarakat sekitar tak lagi membuang sampah sembarangan. Sampah yang masih kerap terlihat di sana lebih karena buangan dari daerah yang lebih tinggi. “Itu akan saya coba di sepanjang aliran Jangkuk di Selaparang ini,” ujarnya.

Soal butuh berapa personel, ia mengatakan harus dilakukan pemetaan terlebih dulu. Mulai dari panjang sungai, titik-titik masyarakat yang kerap membuang sampah, hingga lokasi pengangkutan yang dimungkinkan akan didata terlebih dahulu.

Terkait honor petugas, ia yakin baik Dinas PUPR maupun LH Mataram bisa membantu. “Pola di Ampenan Selatan itu juga serupa,” katanya kembali membandingkan.

Selain penempatan petugas, Sudirman mengatakan penyadaran warga menjadi hal krusial lain yang tak boleh dilupakan. Warga lah inti dari segalanya. Jika mereka bisa diedukasi dan ditingkatkan pemahamannya, ia yakin lebih dari separo tugas sudah terselesaikan. “Tentu mereka (warga) harus dilibatkan,” tambahnya.

Terkait pelibatan masyarakat itu, Kadis LH Kota MataramA� Irwan Rahadi mengatakan, hal itu memang menjadi keharusan. Pemerintah saja lanjutnya tak akan bisa menangani persoalan sampah kota ini. “Jelas masyarakat harus terlibat,” ujarnya.

Tak lagi membuang sampah ke sungai, lalu mengalihkannya pada lokasi pembuangan yang sudah disediakan pemerintah adalah langkah kecil yang bisa dilakukan.

Kendati sedikit memakan waktu dan tenaga, karena lokasi pembuangan yang lebih jauh, jika semua melakukannya, ia yakin kondisi saat ini akan mampu lebih baik lagi. “Bisalah kita kemudian berangan-angan akan sungai dan lingkungan yang lebih baik,” jawabnya.

Namun, hal itu diakui bukan perkara mudah. Perlu langkah penyadaran terus menerus yang tak kenal lelah.

Karenanya LH sangat berharap bantuan seluruh orang di kelurahan hingga kaling dan RT untuk peningkatan kesadaran ini. “Mari bersama kita saling mengingatkan untuk berubah,” tukasnya. (yuk/r5)

Berita Lainnya

Target Diprediksi Meleset!

Redaksi LombokPost

Kurang Perhatian, Sungai Ancar Meluap

Redaksi LombokPost

SPSI Usul UMK Rp 2,13 Juta

Redaksi LombokPost

Rumah Belum Jadi, Tenda Kemasukan Air

Redaksi LombokPost

Pasca Gempa, BPS Belum Keluarkan Data Kemiskinan

Redaksi LombokPost

Kalau Lagi Mood, Lima Jam Bisa Selesai

Redaksi LombokPost

Jembatan Sungai Jangkuk Longsor!

Redaksi LombokPost

Taksi Online Jangan Parkir Sembarangan!

Redaksi LombokPost

Bantuan Jadup Urung Disalurkan

Redaksi LombokPost