Sportivo

FORMI Akui Kurang Sosialisasi

MATARAM – Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) NTB kembali dikritik. Kali ini dari komunitasA�free styleA�BMX.

Komunitas olahraga yang digemari kaum muda itu menganggap FORMI NTB kurang sosialisasi kepada mereka. “Saya saja tidak tahu FORMI sekarang sudah ada di NTB. Kantornya juga saya tidak tahu,” kata anggota Komunitas MataramA�Free StyleA�BMX Hendrik, Selasa (28/2).

Dia mengatakan, sebenarnya ada beberapa undangan dari FORMI pusat untuk mengikuti event di beberapa daerah. Namun, pihak FORMI NTB belum pernah memanggil mereka. “Saya dapatkan ada kabar itu dari teman di luar daerah. Tapi, saya tidak tahu secara pasti apakah memang ada atau tidak,” tuturnya.

Dia berharap FORMI NTB bisa memberikan suport untuk meningkatkan kemampuannya. SehinggaA�free styleA�BMX NTB bisa lebih berprestasi lagi. “Kita ini butuh perhatian agar bisa lebih semangat berlatih,” ujarnya.

Ketua FORMI NTB Nauvar Furqoni Farinduan mengakui mereka masih kurang sosialisasi. Saat ini pihaknya masih fokus membentuk kepengurusan di tingkat kabupaten/kota. “Kita ini baru saja terbentuk lima bulan lalu. Jadi belum ada waktu untuk mensosialisasikan FORMI ke masyarakat,” tandasnya.

Karena tergolong baru, FORMI NTB belum memiliki kantor sekretariat. Untuk meminta kantor, pihaknya sudah membicarakan lebih lanjut dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) NTB. Namun, sampai saat ini belum ada kabar yang jelas terkait kantor yang akan diberikan. “Kalau dari pembicaraan, rencananya bekas kantor KONI NTB akan kita jadikan sebagai sekretariat, ” jelasnya.

Farin menyarankan, jika memang para pecinta free styleA�BMX itu ingin berkoordinasi, dia siap untuk meladeninya. “Nanti kita berikan kesempatan untuk audiensi langsung dengan kita. Cara itu lebih tepat ke depannya,” kata dia.

Selama ini, FORMI NTB masih berjalan simultan. Artinya, menjalankan organisasi menggunakan anggaran sendiri. Dengan segala keterbatasan, mereka bisa menjalankan kegiatan. “Kita belum mendapatkan anggaran langsung dari pemerintah. Padahal kita itu sama dengan KONI,” terangnya.

Sementara terkait undangan tersebut, Farin sama sekali tidak pernah melihatnya. Apalagi informasi terkait pelaksanaan event tersebut. “Kalaupun surat itu ada ke sekretaris, pasti merujuknya ke saya. Tapi ini sama sekali tidak pernah,” sebutnya. (arl/r10)

Related posts

Tetangga Berisik Tak Berkutik

Iklan Lombok Post

Jual Ronaldo ke Tiongkok

Redaksi Lombok post

Persipura di Ujung Tanduk

Redaksi Lombok post